Dharma bakti SH Terate Rayon Guci Ranting Karanggeneng, Di Penghujung Bulan Ramadhan

Lamongan|AnalisaJatim.id.– Sebagai insan terdidik, rasa sosial yang mendalam muncul di tengah himpitan ekonomi yang dihadapi oleh warga. Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate), dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi, kembali menunjukkan komitmennya kepada masyarakat.  

Anggota SH Terate Rayon Guci, Ranting Karanggeneng, Pusat Madiun, melaksanakan kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama.

Ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan di poros Desa Guci dan pertigaan Desa Guci-Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.  

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam acara buka puasa bersama yang digelar setelah pembagian takjil.

Koordinator SH Terate Rayon Guci, Deby, didampingi Ketua Rayon, Reto Riyandi, menjelaskan kepada tim media Analisajatim.id bahwa kegiatan ini telah memasuki tahun ketiga dan menjadi agenda tahunan SH Terate.  

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian mereka terhadap sesama, khususnya di bulan suci Ramadan.  “Kami membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan dengan tujuan meringankan beban warga yang membutuhkan, terutama saat menjelang berbuka puasa,” ujar Deby.  

Ia menambahkan bahwa dana untuk kegiatan ini dikumpulkan secara swadaya melalui iuran anggota SH Terate Rayon Guci setelah melalui proses musyawarah rayon yang dipimpin oleh Reto Riyandi.  


Pengumpulan dana secara swadaya ini menunjukkan  komitmen dan rasa kebersamaan yang kuat di antara anggota SH Terate.
Senior Ketua SH Terate Ranting Karanggeneng, Safuan, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas aksi sosial, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota SH Terate.  

“Pembagian takjil ini adalah wujud dharma bakti insan SH Terate, yaitu mengamalkan cinta kasih kepada sesama. Selain itu, momen ini juga mempererat persaudaraan dalam ukhuwah insaniah, memperkuat ikatan batin dan solidaritas di antara kami,” jelas Safuan.  

Hal ini menunjukkan bahwa SH Terate tidak hanya fokus pada pengembangan fisik melalui latihan bela diri, tetapi juga menekankan pentingnya pengembangan spiritual dan sosial.

Yang menarik, takjil yang dibagikan bukanlah takjil yang dibeli, melainkan hasil kreasi dan buatan sendiri dari anggota SH Terate.  

Hal ini menunjukkan  dedikasi dan  keterlibatan langsung para anggota dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pengumpulan dana, pembuatan takjil, hingga  pembagiannya kepada masyarakat.  

Masyarakat yang menerima takjil pun menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias dan  apresiasi.

Salah satu penerima takjil, Sahid (38), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.  Ia berharap kegiatan positif ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun.  

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SH Terate Rayon Guci yang telah berbagi rezeki dan kebahagiaan di bulan Ramadan ini.  Semoga kebaikan mereka dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya dengan tulus.  

Ungkapan  syukur dan  harapan dari para penerima takjil menjadi  motivasi bagi SH Terate untuk terus  berkontribusi  kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, SH Terate Rayon Guci Ranting Karanggeneng Cabang Lamongan berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan.  

Sebagaimana filosofi yang mereka junjung tinggi,  “Suko Memayu Hayuning Bawana” – mencintai dan menjaga keharmonisan dunia.  

Filosofi ini menjadi landasan bagi setiap tindakan dan  kegiatan yang dilakukan oleh SH Terate,  mendorong mereka untuk  berperan aktif dalam  pembangunan  masyarakat dan  pelestarian  lingkungan.

Ketua SH Terate Rayon Guci juga menjelaskan bahwa pembagian sembako yang dilakukan oleh warga SH Terate Rayon Guci merupakan bagian dari program kerja SH Terate Rayon Guci Ranting Karanggeneng Cabang Lamongan.

Program ini telah disepakati dalam musyawarah dan merupakan agenda rutin SH Terate Rayon Guci Ranting Karanggeneng Cabang Kabupaten.  

Sebanyak 55 paket sembako disalurkan kepada fakir miskin dan anak yatim piatu di Desa Guci.  “SH Terate tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur seperti olahraga, seni budaya, mental spiritual, dan kepedulian sosial,” terangnya.  

Pemberian bantuan sembako ini merupakan wujud nyata dari  komitmen SH Terate dalam  menjalankan  peran sosialnya,  membantu  meringankan  beban  masyarakat  yang  kurang  beruntung,  dan  menciptakan  kehidupan  sosial  yang  lebih  baik.  

Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam SH Terate,  

yaitu  saling  membantu,  peduli  terhadap  sesama,  dan  berkontribusi  positif  bagi  masyarakat.  

Dengan  demikian,  SH  Terate  tidakhanya  berperan  sebagai  organisasibela  diri,  tetapi  juga  sebagai  agenperubahan  sosial  yang  aktif  dan  bermanfaat  bagi  masyarakat.


Editor        : Nur
Published : Red

Tinggalkan Balasan