Banjir Bengawan Jero Kepung Turi: Permukiman, Sekolah, hingga Tambak Ikan Terendam

Lamongan | Analisajatim.id – Bencana hidrometeorologi kembali menunjukkan tajinya. Luapan air Bengawan Jero merendam 9 desa di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10 Januari 2026) sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Air menggenangi jalan poros desa, permukiman warga, fasilitas umum, hingga ratusan hektar tambak ikan, memaksa aparat lintas sektor bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Berdasarkan hasil monitoring lapangan, desa terdampak meliputi Kepudibener, Pomahanjangan, Kemlagilor, Putatkumpul, Bambang, Kemlagigede, Karangwedoro, Turi, dan Tawangrejo. Ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 40 sentimeter, dengan dampak paling signifikan terjadi pada akses jalan desa dan sektor perikanan tambak.

Di Desa Kepudibener, banjir merendam jalan poros desa sepanjang 1 kilometer dengan kedalaman hingga 30 cm, jalan lingkungan sepanjang 660 meter, 144 rumah warga, serta 164 hektar tambak ikan. Fasilitas pendidikan turut terdampak, masing-masing 1 MI dan 1 SD tergenang.

Sementara itu, Desa Pomahanjangan mencatat genangan di jalan poros desa sepanjang 100 meter, jalan lingkungan 30 meter, 65 rumah, serta 154 hektar tambak ikan, dengan dampak pada 1 MI, 1 PAUD, dan 1 SD.

Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Desa Putatkumpul, di mana 100 rumah warga terendam, tambak ikan mencapai 185 hektar, serta sejumlah fasilitas pendidikan ikut terdampak, yakni 2 MI, 1 SD, dan 1 MA. Genangan air di beberapa titik mencapai 30 cm.

Desa lain seperti Kemlagilor, Bambang, Kemlagigede, Karangwedoro, Turi, dan Tawangrejo juga terdampak dengan variasi genangan pada jalan lingkungan, tambak ikan, serta permukiman warga, meski dengan skala lebih ringan.

Merespons situasi tersebut, Polsek Turi, Kecamatan Turi, Koramil Turi, serta BPBD Kabupaten Lamongan turun langsung ke lapangan. Langkah cepat dilakukan melalui monitoring ketinggian air bersama Forkopimcam, penanganan awal dengan penguatan tanggul secara manual menggunakan karung berisi tanah, serta koordinasi intensif dengan BPBD guna menentukan langkah penanganan lanjutan.

Dari hasil evaluasi sementara, banjir di wilayah Turi dipastikan akibat luapan Bengawan Jero. Meski demikian, pompa pembuangan air di pintu Lak Kuro dilaporkan masih berfungsi normal, sehingga diharapkan mampu mempercepat penurunan debit air.

Hingga berita ini diturunkan, situasi Kecamatan Turi terpantau kondusif. Aparat tetap siaga di lapangan untuk mengantisipasi kenaikan debit air susulan, sembari memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak lanjutan.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan