Negara Hadir Saat Air Naik! Pak Yes Tancap Gas Atasi Banjir Lamongan

Lamongan | AnalisaJatim.id –
Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat dan tanpa kompromi dalam menghadapi banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Tak sekadar menunggu air surut, Pemkab Lamongan tancap gas mempercepat penanganan banjir dengan menambah durasi operasional pompa air, menyalurkan bantuan kemanusiaan, hingga menyediakan perahu karet sebagai sarana transportasi anak sekolah.

Langkah konkret ini disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat turun ke lapangan menyalurkan bantuan di Desa Sukorejo Kecamatan Karangbinangun dan Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah, Senin (12/1). Kehadiran orang nomor satu di Lamongan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat warganya berjibaku dengan banjir.
Dalam keterangannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah percepatan pengurangan genangan air dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.
> “Dalam rangka percepatan, yang kita lakukan sekarang ini adalah membantu mengeluarkan air dari Pintu Kuro dengan menambah kapasitas pompa, termasuk durasinya yang kita naikkan dari biasanya. Pembuangan air saat ini kita maksimalkan melalui Pintu Kuro maupun DAM lainnya. Selain itu, kita terus menyalurkan bantuan baik bahan makanan maupun pakaian,” tegas Pak Yes.
Khusus di Desa Bojoasri, yang disebut sebagai wilayah dengan genangan paling parah akibat kondisi geografis yang rendah dan cekung, Pemkab Lamongan mengambil langkah ekstra. Tidak hanya fokus pada penanganan banjir, pemerintah juga memastikan hak pendidikan anak-anak tetap berjalan meski di tengah kepungan air.
> “Desa Bojoasri ini yang paling lama dan paling parah terdampak, karena kondisi geografisnya sangat rendah. Untuk itu, mulai hari ini telah disiapkan perahu karet sebagai akses transportasi anak sekolah, agar mereka tetap bisa bersekolah dengan baik. Ini akan kita lanjutkan,” imbuh Pak Yes.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lamongan juga menyalurkan bantuan logistik lengkap berupa makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, selimut, paket kebersihan, kidsware, paket lansia, perlengkapan makan, sandang pria dan wanita, hingga perlengkapan sekolah. Bantuan ini akan didistribusikan kepada lima desa terdampak, yakni Desa Bojoasri, Pomahanjangan, Sukorejo, Waruk, dan Karanganom.
Dengan kombinasi penanganan teknis, bantuan kemanusiaan, serta solusi darurat yang menyentuh kebutuhan warga, Pemkab Lamongan menegaskan komitmennya bahwa banjir tidak boleh melumpuhkan kehidupan dan masa depan masyarakat, terutama generasi muda.
Reporter: Analisa
Editor: Nur