Terjang Banjir Bengawan Jero, Truk Dalmas Polres Lamongan Jadi “Penyelamat” Masa Depan Siswa Kalitengah

LAMONGAN, Analisajatim.id – Luapan Sungai Bengawan Jero kembali mengurung aktivitas warga Kecamatan Kalitengah. Jalan terendam, akses terputus, dan kendaraan warga tak mampu bergerak. Namun di tengah kepungan banjir itu, semangat anak-anak untuk bersekolah tetap menyala—berkat kehadiran Tim Patroli Siaga Bencana Polres Lamongan yang turun langsung ke medan air sejak pagi buta.
Kamis (22/01/2026) pukul 06.00 WIB, deru mesin Truk Dalmas Polres Lamongan memecah kesunyian genangan. Bersama personel Sat Samapta dan Polsek Kalitengah, aparat bersiaga di titik-titik krusial untuk memastikan pendidikan dan roda ekonomi warga tidak ikut tenggelam.

Fokus utama operasi kemanusiaan ini menyasar dua kelompok paling rentan terdampak banjir: para siswa sekolah dan warga yang hendak menuju pasar. Dengan kedalaman air yang membuat sepeda motor tak berdaya, Truk Dalmas menjadi satu-satunya akses aman.
Petugas dengan sigap menaikkan para siswa ke atas truk. Senyum dan tawa anak-anak pun pecah, menggantikan kecemasan akan seragam basah dan keterlambatan masuk kelas. Negara hadir, bukan hanya mengangkut tubuh, tetapi mengantar mimpi dan masa depan.
> “Banjir boleh datang, tapi pendidikan anak-anak dan aktivitas ekonomi warga tidak boleh berhenti,” tegas salah satu personel di lokasi.
Untuk menaklukkan medan banjir Bengawan Jero, Polres Lamongan mengerahkan armada lengkap di bawah koordinasi Posko Bencana Pendopo Kecamatan Kalitengah, antara lain:
2 unit truk besar Dalmas untuk antar-jemput massal
1 unit perahu karet Polairud menjangkau gang dan pemukiman sempit
1 unit kendaraan patroli Polairud untuk area dangkal
1 unit mobil patroli 1402 Polsek Kalitengah guna monitoring wilayah
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih siaga penuh di Posko Bencana Kalitengah. Armada dan personel siap digerakkan kapan pun warga membutuhkan evakuasi maupun bantuan darurat.

Di tengah luapan Bengawan Jero, kehadiran Truk Dalmas dan seragam cokelat bukan sekadar patroli. Ia menjelma jembatan harapan, memastikan anak-anak Kalitengah tetap melangkah ke sekolah—meski harus menembus banjir.
Reporter: Analisa
Editor: Nur