Menuju Panggung Dunia! Lamongan Dikukuhkan Jadi Kawah Candradimuka SH TERATE Cup Jatim, Jalan Para Pendekar Menuju Grand Final Internasional Madiun Dipanaskan

LAMONGAN, Analisajatim.id – Lamongan kembali mengirim pesan keras ke jagat persilatan nasional: daerah ini bukan sekadar lumbung pangan, melainkan lumbung jawara. Kepercayaan sebagai tuan rumah SH TERATE Cup IV Provinsi Jawa Timur 2026 menjadi bukti sahih, Lamongan kini berdiri di garis depan pembinaan atlet menuju Grand Final Internasional SH Terate Cup di Pusat Madiun.
Penunjukan Lamongan bukan keputusan instan. Kesepakatan bulat para Ketua Cabang SH Terate se-Jawa Timur mengukuhkan Lamongan sebagai wilayah yang dinilai matang—siap secara teknis, kokoh secara organisasi, dan kuat dalam menjaga marwah persaudaraan.


Ajang tahunan bergengsi ini sebelumnya sukses digelar di Ngawi dan Nganjuk. Kini, estafet prestasi berlabuh di Lamongan, menjadikannya arena seleksi keras, pematangan mental juara, dan penggemblengan atlet sebelum menembus panggung dunia.
Gemuruh persaudaraan mengguncang Gedung Sasana Manggala Krida, Padepokan SH Terate Cabang Lamongan, Jumat (30/01/2026). Kejuaraan Pencak Silat SH TERATE Cup IV Jatim resmi dibuka, menandai dimulainya pertarungan prestasi yang sarat gengsi.


Sebanyak 492 atlet terbaik dari 34 kabupaten/kota se-Jawa Timur akan saling beradu kemampuan selama tiga hari, 30 Januari hingga 1 Februari 2026, demi satu tujuan: menjadi yang terbaik dan layak melangkah ke level internasional.
Ketua SH Terate Cabang Lamongan sekaligus Ketua Panitia, Harto, S.Pd, M.M., menegaskan kesiapan penuh Lamongan.
> “Ini bukan sekadar kompetisi. Ini ruang pembuktian. Siapa yang layak naik kelas, akan terlihat di sini,” tegasnya.
Kejuaraan dibuka secara resmi oleh Kepala Bakorwil Bojonegoro, Dr. Agung Subagio, S.STP, mewakili Pj. Gubernur Jawa Timur, ditandai pemukulan gong. Pesan Gubernur tegas: SH Terate Cup harus melahirkan atlet berkelas internasional, bukan sekadar juara daerah.
Senada, Ketua Perwapus Jatim, Dr. Hendri Sugeng Santoso, SE, menekankan bahwa pembinaan PSHT yang terstruktur telah terbukti melahirkan prestasi di berbagai level kejuaraan.


Hadirnya Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Drs. H. R. Moerdjoko H.W., serta pengamanan berlapis dari TNI–Polri memastikan event berlangsung aman dan tertib. Kabag Ops Polres Lamongan Kompol Budi Santoso, SH, MH, bersama Kapolsek Sukodadi dan Danramil Sukodadi, mengawal ketat jalannya kejuaraan.
Pembukaan semakin memukau saat atlet PSHT Lamongan menampilkan kreasi seni pencak silat—perpaduan keindahan jurus, kecepatan, dan ketajaman teknik—menegaskan bahwa persilatan adalah seni, jiwa, sekaligus prestasi.
Lebih dari sekadar turnamen, SH TERATE Cup IV Jatim di Lamongan adalah medan lahirnya pendekar masa depan. Dari sini, api prestasi dinyalakan—menuju puncak dunia persilatan di Madiun, dan melampaui batas Indonesia.
Reporter: Analisa
Editor: Nur