Sikat Habis Isu Pangan! Polsek Kalitengah “Gerebek” Lahan Warga Desa Dibee, Ketahanan Pangan Tak Sekadar Slogan

LAMONGAN, Analisajatim.id – Jangan salah tafsir. Sabtu pagi (31/01/2026), jajaran Polsek Kalitengah memang turun ke ladang warga di Desa Dibee. Namun ini bukan operasi kriminal, melainkan operasi pangan. Polisi hadir memastikan ketahanan pangan nasional benar-benar bergerak dari akar rumput, bukan berhenti di baliho dan rapat seremonial.
Dipimpin Aiptu Fathoni bersama Bripka Ferry dan Bripka Hendrik, personel Polsek Kalitengah menyisir pekarangan produktif warga dalam rangka monitoring Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Sasaran utama adalah lahan milik Saudara Cipto, contoh nyata bagaimana lahan tidur bisa disulap menjadi benteng pangan keluarga.
Pantauan Analisajatim.id di lokasi memperlihatkan pekarangan yang tertata rapi dan produktif. Cabai, terong, hingga kacang panjang tumbuh subur—siap menopang kebutuhan gizi keluarga sekaligus menekan belanja dapur.
Kehadiran polisi di tengah kebun menjadi sinyal keras: negara hadir hingga ke batas pagar rumah warga.
> “Kami ingin memastikan setiap jengkal tanah di Kalitengah memberi manfaat nyata. P2B bukan program di atas kertas, tapi harus langsung berdampak ke dapur warga,” tegas petugas di lapangan.

Monitoring ini bukan akhir, melainkan pemantik. Polsek Kalitengah berharap langkah tersebut memicu efek domino, mendorong warga lain mengoptimalkan lahan pekarangan. Dengan produksi pangan mandiri, ketergantungan pada pasar bisa ditekan, daya tahan ekonomi lokal menguat, dan gejolak harga pangan tak lagi jadi momok.
Hingga kegiatan berakhir pada siang hari, situasi aman dan kondusif. Aksi “Polisi Masuk Kebun” ini mendapat apresiasi warga, yang merasa didampingi dan dikuatkan untuk terus bertani secara mandiri.
—
Reporter: Analisa
Editor: Nur