Air Terus Naik, 717 Rumah di Delapan Desa Lamongan Terendam

Lamongan, Analisajatim.id – Banjir belum juga surut. Hingga Minggu (15/2/2026) pukul 15.00 WIB, genangan air justru bertambah 5 sentimeter, dari sebelumnya 55 cm menjadi 60 cm. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Lamongan membuat delapan desa kembali terendam. Total 717 rumah terdampak, ratusan hektare sawah lumpuh, dan aktivitas warga tersendat.

Data lapangan mencatat, Desa Bojoasri menjadi wilayah terparah. Air setinggi 30–60 cm merendam 140 rumah, 1,5 kilometer jalan poros, dan 700 meter jalan lingkungan. Lima TK/PAUD, dua SD/MI, satu SMP/MTs, hingga satu SMA/SMK/MA terdampak. Sebanyak 285 hektare sawah dan tambak ikut terendam.

Ratusan Hektare Sawah Lumpuh, Warga Bertaruh di Jalan Licin dan Pompa Bengawan Solo

Di Desa Jelakcatur, genangan mencapai 10–55 cm dan menyasar 172 rumah. Satu masjid, satu SD/MI, satu TK/PAUD, satu puskesmas pembantu, serta satu kantor pemerintahan ikut terdampak. Sawah seluas 160 hektare tak luput dari kepungan air.

Desa Somosari mencatat 168 rumah terendam dengan ketinggian air 5–20 cm. Sementara Desa Pucangro (60 rumah), Pucangtelu (62 rumah), Blajo (38 rumah), Gambuhan (40 rumah), dan Tiwet (37 rumah) juga tak bisa lepas dari genangan dengan variasi tinggi air 5–30 cm.

Secara keseluruhan, lebih dari 1.810 hektare sawah dan tambak di delapan desa terendam. Jalan poros dan jalan lingkungan di sejumlah titik berubah licin dan berlumut, meningkatkan risiko kecelakaan. Meski masih bisa dilalui, pengendara dipaksa ekstra hati-hati.

Warga pun berinisiatif membuat jalan darurat demi menjaga mobilitas. Sementara dua mesin pompa pembuangan di Dusun Melik yang mengalirkan air ke Sungai Bengawan Solo masih berfungsi normal. Namun debit air yang terus bertambah membuat kerja pompa belum mampu mengimbangi limpasan hujan.

Situasi ini menjadi alarm serius. Jika curah hujan tinggi terus berlanjut, bukan tidak mungkin genangan akan meluas dan melumpuhkan lebih banyak fasilitas publik.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di rumah masing-masing sembari berharap air segera surut dan cuaca membaik.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan