Bengawan Solo Tembus 3,15 Meter, Polsek Karanggeneng Turun Malam-Malam Pastikan Status Siaga Hijau

Analisajatim.id, Lamongan – Debit air Sungai Bengawan Solo kembali jadi perhatian serius. Selasa malam (17/2/2026) pukul 20.30 WIB, jajaran Polsek Karanggeneng bergerak cepat melakukan investigasi dan monitoring langsung ke titik pantau ketinggian air.
Kapolsek Karanggeneng, IPTU Sofian Ali, S.H., melalui dua anggotanya — Aiptu Herwanto dan Aipda Nur Said — memastikan kondisi sungai tetap dalam batas aman. Hasil pemantauan menunjukkan tinggi muka air berada di angka 3,15 meter dan masih dalam kategori Siaga Hijau.
Meski berstatus Siaga Hijau, angka tersebut bukan untuk disepelekan. Mengingat intensitas hujan yang fluktuatif, kenaikan debit air bisa terjadi sewaktu-waktu. Monitoring malam hari menjadi langkah antisipatif agar tidak kecolongan jika terjadi lonjakan mendadak.
Petugas melakukan pengecekan visual di titik pantau, mencatat perkembangan debit, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan sistem peringatan dini tetap berjalan.
“Kami lakukan pemantauan rutin, terutama saat malam hari. Tujuannya memastikan situasi tetap terkendali dan masyarakat tidak panik,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Langkah cepat ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara di tengah potensi ancaman bencana. Pengawasan ketat terhadap Bengawan Solo menjadi krusial, mengingat sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kerap menjadi faktor utama banjir di wilayah hilir Lamongan.
Hingga laporan ini diturunkan, situasi di wilayah hukum Polsek Karanggeneng masih aman dan kondusif. Namun aparat tetap siaga. Air boleh dalam status hijau, tapi kewaspadaan tidak pernah turun level.
Reporter: Analisa
Editor: Nur