Pekarangan Jadi Lumbung Gizi: Polisi Turun Langsung Pantau Program P2B di Desa Sukoanyar

Lamongan | Analisajatim.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga terus digelorakan di Kabupaten Lamongan. Kali ini, kegiatan monitoring Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) digelar di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Rabu (11/3/2026) pagi.
Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian turun langsung melakukan pemantauan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat dan bergizi.

Sejak pukul 09.02 WIB, kegiatan monitoring berlangsung di sejumlah pekarangan warga yang telah ditanami berbagai komoditas pangan bergizi. Di antaranya tanaman buah seperti kelengkeng, jeruk, pepaya, dan jambu. Tak hanya itu, beberapa warga juga memanfaatkan lahan sempit dengan budidaya ikan sebagai tambahan sumber protein keluarga.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ipda Iswandi, Aipda Sunarno, dan Aipda Samsul Anam yang secara langsung meninjau perkembangan program tersebut di lapangan.
Program P2B sendiri menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat dari skala terkecil, yakni keluarga. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah, warga didorong untuk menanam tanaman bergizi serta memelihara sumber pangan mandiri yang dapat menunjang kebutuhan sehari-hari.
Di Desa Sukoanyar, program ini mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah pekarangan rumah warga kini tidak lagi dibiarkan kosong. Lahan-lahan kecil disulap menjadi kebun mini yang produktif, menghasilkan buah-buahan segar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat.
Monitoring yang dilakukan aparat juga bertujuan memastikan program berjalan efektif serta memberi motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan pekarangan produktif.

Langkah ini dinilai menjadi strategi sederhana namun berdampak besar. Ketika setiap rumah mampu menghasilkan pangan sendiri, maka ketahanan pangan desa pun semakin kuat.
Program pekarangan pangan bergizi bukan sekadar menanam, tetapi juga membangun kemandirian. Dari halaman rumah yang sempit, harapan akan keluarga sehat dan desa yang tangguh perlahan mulai tumbuh.
Reporter: Analisa
Editor: Nur