Bengawan Njero Meluap, Ngujungrejo Tenggelam: Bupati Lamongan Turun Tangan di Tengah Kepungan Banjir

Lamongan, Analisajatim.id – Banjir yang menerjang wilayah utara Lamongan memaksa pemerintah daerah bergerak cepat. Kamis pagi, 12 Maret 2026, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turun langsung ke Desa Ngujungrejo, Kecamatan Turi, untuk meninjau kondisi banjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak.
Kunjungan orang nomor satu di Lamongan itu mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan. Kapolsek Turi Aris Sugianto bersama anggota kepolisian bersiaga sejak pukul 08.30 WIB guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Rombongan bupati tiba di Balai Desa Ngujungrejo sekitar pukul 10.00 WIB. Turut mendampingi Camat Turi Rakhmad Hidayat, Danramil 0812/03 Turi Tri Prasetyo Hadi, Kepala BPBD Lamongan Naim, Kepala Dinas Pertanian Mugito, serta perwakilan Dinas Sumber Daya Air Saiku. Hadir pula Kepala Desa Ngujungrejo Mujib, para kepala desa se-Kecamatan Turi, serta warga yang terdampak banjir.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Ngujungrejo yang memaparkan kondisi terkini wilayahnya yang terendam air. Dalam sambutannya, Bupati Lamongan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mempercepat penanganan banjir yang melanda sejumlah desa di wilayah utara.

Usai doa penutup, bantuan sosial berupa paket sembako langsung diserahkan kepada warga Desa Ngujungrejo dan Desa Geger yang terdampak. Sekitar pukul 10.45 WIB, rombongan bupati meninggalkan lokasi dengan pengawalan aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
Pemerintah desa mencatat, tahun 2026 menjadi kali pertama Desa Ngujungrejo dilanda banjir besar. Fenomena hidrologi yang tidak biasa disebut menjadi pemicu utama. Intensitas curah hujan dilaporkan melonjak hingga sekitar 300 persen di atas normal, menyebabkan air dari aliran Bengawan Njero meluap dan merembes ke permukiman warga.
Untuk menahan laju air, pemerintah desa bersama warga melakukan langkah darurat dengan memompa air serta menutup titik-titik rembesan dari aliran sungai tersebut. Sementara itu, pemerintah daerah telah mengerahkan sejumlah pompa air hingga meminta dukungan pemerintah provinsi dan pusat, termasuk opsi rekayasa cuaca.
Di tengah penyaluran bantuan, para kepala desa se-Kecamatan Turi juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada bupati. Salah satu usulan yang mengemuka adalah permintaan bantuan pemeliharaan jalan poros desa yang rusak akibat banjir.
Akses jalan yang rusak dinilai menjadi persoalan krusial. Jalur tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi warga yang kini lumpuh akibat genangan air.

Banjir yang baru pertama kali terjadi di Ngujungrejo ini menjadi alarm keras bagi kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi perubahan pola cuaca ekstrem. Lonjakan curah hujan yang tidak lazim memperlihatkan rapuhnya sistem drainase dan perlunya strategi mitigasi jangka panjang.
Kehadiran bupati di lokasi memang membawa harapan bagi warga. Namun bagi masyarakat, bantuan sembako hanyalah langkah awal. Mereka menuntut solusi konkret agar banjir yang kini mengepung Lamongan utara tidak berubah menjadi bencana tahunan.
Reporter: Analisa
Editor: Nur