Gelap Menjebak, Motor Hantam Innova di Gapura Desa Kawistolegi

Lamongan | Analisajatim.id — Malam yang mestinya tenang berubah mencekam. Dentuman keras memecah sunyi di pintu masuk Desa Kawistolegi, Kecamatan Karanggeneng. Jalan gelap kembali menagih korban.
Peristiwa terjadi Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 20.13 WIB. Sepeda motor jenis KLX melaju kencang dari arah barat, lalu menghantam bagian belakang mobil Toyota Innova yang hendak berbelok masuk ke gapura desa. Tabrakan terjadi seketika—keras, tanpa ampun.
Warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah. Minimnya penerangan membuat lokasi kejadian nyaris tak terlihat. Kondisi gelap pekat di jalur tersebut kembali disorot sebagai pemicu berulang kecelakaan.

“Sering terjadi di sini, gelap sekali,” keluh seorang warga, geram.
Kapolsek Karanggeneng, IPTU Sofian Ali, S.H., Melalui Anggota jaga Polsek Karanggeneng Aiptu Hardi bersama Anggota bergerak cepat begitu laporan diterima. Petugas langsung menuju lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta melakukan pendataan dan penanganan awal terhadap korban.
Informasi di lapangan menyebutkan, korban merupakan warga Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah. Usai kejadian, korban segera dilarikan ke RS Mitra Lamongan untuk mendapatkan perawatan medis.
Kronologi sementara mengarah pada laju motor yang tinggi dari arah berlawanan, sementara mobil tengah berbelok masuk ke gapura desa. Dalam kondisi jalan tanpa penerangan, ruang pandang terbatas, waktu reaksi menyempit—dan tabrakan pun tak terhindarkan.

Sorotan kini mengarah pada jalur Sumberwudi–Maduran yang gelap tanpa lampu penerangan. Ini bukan sekadar soal fasilitas yang abai, melainkan ancaman nyata bagi setiap pengendara yang melintas. Titik rawan yang dibiarkan gelap adalah jebakan yang menunggu korban berikutnya.
Jika tak segera dibenahi, gelap bukan hanya menghalangi pandangan—tetapi membuka jalan bagi maut.
Reporter: Analisa
Editor: Nur