Polisi Turun ke Lahan, Ketahanan Pangan Tak Sekadar Wacana

Lamongan | Analisajatim.id — Ketahanan pangan tak boleh berhenti di meja rapat. Di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, langkah nyata justru tumbuh dari tanah pekarangan warga. Minggu (5/4/2026) siang, aparat Polsek Karanggeneng turun langsung memastikan program pemerintah benar-benar berakar dan berbuah.

Di lahan milik Sdr. Ifan, tanaman cabai dan terong berdiri sebagai simbol sederhana: pangan bisa dimulai dari halaman sendiri. Namun, di balik itu, ada pengawalan serius. Aipda Sugeng R dan Brigpol Riza FN hadir bukan sekadar melihat—mereka mengecek, memantau, sekaligus menggerakkan.

Program Pangan Bergizi (P2B) yang digulirkan pemerintah mendapat sentuhan langsung dari polisi sebagai penggerak desa. Mereka memastikan tanaman tidak hanya tumbuh, tetapi dirawat dengan kesadaran dan konsistensi. Edukasi diberikan, motivasi ditanamkan.

“Tanaman ini bukan sekadar sayur, tapi bagian dari ketahanan,” menjadi pesan yang ditegaskan kepada pemilik lahan. Perawatan yang tepat, menurut petugas, akan menentukan hasil. Dan hasil itulah yang menopang dapur warga sekaligus mengurangi ketergantungan pasar.

Monitoring ini menegaskan satu hal: keamanan bukan hanya soal patroli malam, tetapi juga memastikan masyarakat kuat dari sisi pangan. Polisi hadir di dua lini—menjaga ketertiban dan mengawal kesejahteraan.

Kegiatan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali. Namun lebih dari itu, ada pesan kuat yang ditinggalkan—ketahanan pangan bukan proyek sesaat, melainkan gerakan bersama yang harus terus dirawat.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan