Cegah Nyawa Melayang, Polisi Pasang Banner Larangan Mandi di Bengawan Solo

Lamongan | Analisajatim.id — Sungai bukan tempat bermain. Di balik arus yang tampak tenang, ancaman maut mengintai. Untuk itu, aparat bergerak cepat. Peringatan dipasang, pesan ditegaskan: jangan mandi di bengawan.

Rabu (8/4/2026) pukul 11.20 WIB, jajaran Polsek Karanggeneng turun ke tepi Bengawan Solo, tepatnya di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng. Aiptu Hardi dan Aipda Sugeng R memasang banner imbauan sebagai langkah preventif menekan kasus tenggelam yang kerap terjadi.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Sungai besar seperti Bengawan Solo memiliki arus tak terduga, kedalaman yang menipu, dan risiko tinggi, terutama bagi anak-anak dan warga yang nekat mandi di aliran tersebut.

Pesan yang disampaikan tegas dan tanpa kompromi: keselamatan lebih penting dari kebiasaan. Warga diminta menjauhi aktivitas mandi di sungai demi menghindari tragedi yang bisa terjadi dalam hitungan detik.

Selain pemasangan banner, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat sekitar. Edukasi ini menjadi kunci—karena banyak insiden berawal dari kelalaian yang dianggap sepele.

Upaya ini membuahkan hasil. Situasi di wilayah Karanggeneng terpantau aman dan kondusif. Namun aparat memastikan, pengawasan dan sosialisasi akan terus digencarkan.

Di Karanggeneng, peringatan sudah jelas: jangan uji nyali di sungai—karena risikonya adalah nyawa.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan