Polisi Turun ke Pekarangan Warga, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Wacana
Lamongan, Analisajatim.id β Upaya memperkuat ketahanan pangan tak lagi berhenti di meja rapat. Di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, aparat kepolisian turun langsung memastikan program itu berjalan nyata di tengah masyarakat.
Kamis (16/4/2026) pukul 10.29 WIB, jajaran Polsek Turi di bawah naungan Polres Lamongan menggelar monitoring program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi). Fokusnya jelas: memastikan pemanfaatan lahan pekarangan warga untuk tanaman bergizi benar-benar berjalan, bukan sekadar laporan administratif.
Dipimpin Ipda Iswandi bersama Aipda Sunarno dan Aipda Samsul Anam, kegiatan ini menyasar langsung pekarangan warga yang ditanami berbagai komoditas pangan seperti kelengkeng, jeruk, pepaya, jambu hingga budidaya ikan.
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan konkret terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional berbasis masyarakat.
Di lapangan, polisi tak hanya memantau. Mereka juga memberikan sosialisasi, memastikan warga memahami pentingnya kemandirian pangan dari lingkungan terkecil: rumah sendiri.
βIni bukan sekadar kegiatan formal. Kita ingin memastikan masyarakat benar-benar memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi,β tegas salah satu petugas di lokasi.
Secara faktual, pendekatan ini menjadi strategi preventif yang memiliki dimensi hukum dan sosial. Ketahanan pangan yang kuat dinilai mampu menekan potensi kerawanan sosial, termasuk konflik ekonomi akibat kelangkaan bahan pokok.

Hasil monitoring menunjukkan program berjalan dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, pengawasan berkelanjutan tetap menjadi kunci agar program ini tidak berhenti sebagai simbol, melainkan menjadi budaya.
Polisi kini tak hanya bicara soal keamanan. Di Lamongan, mereka ikut menjaga dapur rakyat tetap menyala.
Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur