Polisi Turun Antisipasi Bencana: Dari Pohon Tumbang hingga Banjir, Warga Diperingatkan Jangan Lalai

Lamongan, Analisajatim.id — Ancaman bencana tak datang dengan aba-aba. Polsek Kalitengah, Polres Lamongan, memilih bergerak lebih dulu. Lewat Patroli Kota Presisi (PKP), aparat menyisir wilayah rawan di Desa Mungli, Minggu (19/4/2026), untuk menutup celah potensi bencana sejak dini.
Patroli dimulai pukul 09.01 WIB dengan melibatkan tiga personel: Aiptu Fathoni, Bripka Hendrik, dan Bripka Ferry. Fokusnya bukan sekadar keamanan konvensional, tetapi ancaman nyata yang kerap diabaikan—banjir, pohon tumbang, kebakaran lahan, hingga risiko tenggelam di perairan terbuka.
Petugas turun langsung ke lapangan, memantau kondisi lingkungan sekaligus memberi peringatan keras kepada warga. Tidak ada kompromi untuk kelalaian yang bisa berujung bencana.
Sejumlah imbauan disampaikan secara tegas:
- Warga diminta tidak membakar lahan saat musim kemarau karena berpotensi memicu kebakaran.
- Lahan kering yang rawan terbakar dipantau ketat.
- Sampah dilarang dibuang ke sungai—pemicu klasik banjir yang terus berulang.
- Dahan pohon tinggi diminta segera dipangkas untuk mencegah tumbang saat angin kencang.
- Orang tua diminta mengawasi anak agar tidak bermain di sungai atau tambak, mengingat tingginya kasus tenggelam.
Dalam perspektif hukum, peringatan ini bukan sekadar imbauan ringan. Tindakan seperti pembakaran lahan atau pembuangan sampah sembarangan dapat berujung pada sanksi pidana jika menimbulkan kerugian atau membahayakan keselamatan umum.

Polisi menegaskan, pencegahan adalah kunci. Ketika bencana terjadi, dampaknya bukan hanya materi—tetapi juga nyawa.
Kegiatan patroli berlangsung aman dan terkendali. Namun pesan yang dibawa aparat jelas: bencana bisa dicegah, asal masyarakat tidak abai.
Di Kalitengah, negara tak menunggu musibah datang. Ia hadir lebih dulu—mengingatkan, mengawasi, dan menekan risiko sebelum berubah jadi tragedi.
Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur