Polisi Turun ke Pekarangan Warga, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Wacana

Lamongan, Analisajatim.id – Ketahanan pangan tak bisa terus digadang tanpa aksi nyata. Di tengah tekanan ekonomi dan ancaman krisis pangan global, langkah konkret justru datang dari level paling dekat dengan masyarakat: pekarangan rumah.
Rabu (22/4/2026), jajaran Polsek Turi, Polres Lamongan turun langsung ke Desa Sukorejo. Bukan sekadar patroli keamanan, melainkan monitoring program P2B (Pemanfaatan Pekarangan Bergizi)—sebuah gerakan yang menyasar dapur warga, bukan podium pejabat.
Dipimpin Ipda Iswandi bersama anggota, kegiatan ini menyasar tanaman bergizi seperti kelengkeng, jeruk, pepaya, jambu hingga budidaya ikan di pekarangan warga. Ini bukan seremoni. Ini kerja lapangan.
Langkah ini selaras dengan arah kebijakan nasional dalam program Asta Cita Presiden RI, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis. Namun, di lapangan, implementasi seringkali mandek di birokrasi. Di sinilah peran aparat menjadi krusial—mengawal agar program tidak berhenti di atas kertas.
Fakta hukumnya jelas:
Ketahanan pangan merupakan amanat negara sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Negara, termasuk aparatnya, wajib menjamin ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi masyarakat. Artinya, kegiatan seperti ini bukan sekadar inisiatif, melainkan bagian dari tanggung jawab konstitusional.
Monitoring yang dilakukan Polsek Turi bukan hanya mengecek tanaman. Ini juga bentuk pengawasan sosial agar program tidak disalahgunakan, tidak fiktif, dan benar-benar menyentuh warga. Sebab, dalam banyak kasus, program pangan kerap “subur” di laporan, tapi “kering” di lapangan.
Hasilnya?
Kegiatan berjalan aman, terkendali, dan yang terpenting: nyata ada. Tanaman tumbuh, warga terlibat, dan pekarangan yang dulu kosong kini produktif.

Namun pertanyaannya: apakah ini akan konsisten atau hanya musiman?
Jika serius, model seperti ini harus diperluas. Ketahanan pangan bukan proyek jangka pendek, tapi pertaruhan masa depan. Dan jika aparat sudah turun tangan langsung, tak ada lagi alasan bagi pihak lain untuk sekadar diam.
Dari pekarangan kecil, pesan besar ditegaskan:
Kemandirian pangan dimulai dari rumah sendiri—dan negara wajib hadir untuk memastikan itu berjalan.
Reporter: Tim Analisa
Editor: Nur