Polisi Turun ke Pekarangan Warga, Ketahanan Pangan Tak Lagi Sekadar Wacana

Analisajatim.id | Lamongan — Aparat kepolisian tak lagi hanya berbicara soal keamanan jalanan. Di Kecamatan Turi, Lamongan, polisi mulai mengetuk pintu dapur rakyat: memastikan ketahanan pangan benar-benar tumbuh dari pekarangan rumah warga.

Jumat (24/4/2026), jajaran Polsek Turi turun langsung melakukan monitoring program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi). Fokusnya jelas—tanaman buah seperti kelengkeng, jeruk, pepaya, jambu, hingga pisang yang ditanam di halaman rumah dan lahan sawah tambak.

Kegiatan ini bukan seremoni. Ini bagian dari implementasi nyata dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional berbasis rumah tangga.

Dua personel, Aipda Agus S dan Aipda Fadhil, diterjunkan langsung ke Desa Turi. Mereka tidak sekadar melihat—tetapi memastikan program berjalan, memberikan sosialisasi, sekaligus mengawasi keberlanjutannya.

Fakta Hukum: Polisi Masuk Ranah Ketahanan Pangan

Langkah ini bukan tanpa dasar. Dalam kerangka hukum, Polri memiliki fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Artinya, keterlibatan polisi dalam program ketahanan pangan adalah sah dan strategis.

Lebih dari itu, situasi global yang rawan krisis pangan membuat negara tak bisa bergantung pada skala besar semata. Pekarangan rumah menjadi benteng pertama. Dan di sinilah aparat bergerak.

Dari Pekarangan ke Stabilitas Nasional

Monitoring yang dilakukan Polsek Turi menegaskan satu hal: ketahanan pangan bukan urusan kementerian semata, tetapi kerja kolektif lintas sektor, termasuk aparat keamanan.

Di lapangan, hasilnya mulai terlihat. Warga mulai memanfaatkan lahan sempit menjadi produktif. Tanaman buah tidak hanya menghijaukan lingkungan, tetapi juga menjadi cadangan pangan mandiri.

Namun tantangannya jelas: keberlanjutan. Tanpa pengawasan dan pendampingan, program seperti ini berisiko menjadi proyek sesaat.

Pesan Tegas: Jangan Hanya Tanam, Tapi Jaga

Polisi melalui kegiatan ini mengirim sinyal tegas—ketahanan pangan harus dijaga, bukan sekadar digagas. Program P2B bukan pajangan laporan, tetapi harus menjadi gerakan nyata yang mengakar.

Jika pekarangan hidup, dapur aman. Jika dapur aman, stabilitas sosial ikut terjaga.

Dan di Turi, langkah itu sudah dimulai.

Reporter Analisa
Editor Nur

Tinggalkan Balasan