Polisi Turun ke Pekarangan Warga, Ketahanan Pangan Digenjot: Cabai dan Terong Jadi Garda Depan

Analisajatim.id | Lamongan — Ketahanan pangan tak bisa diserahkan pada teori. Di Karanggeneng, polisi turun langsung ke lahan warga memastikan program berjalan nyata, bukan sekadar laporan di atas kertas. Minggu (26/4/2026), Polsek Karanggeneng menggelar monitoring dan pengecekan Program Pangan Bergizi (P2B) di Desa Mertani.

Pukul 10.20 WIB, dua personel—Aipda Sugeng R dan Brigpol Riza FN—menyambangi pekarangan milik Mawardi. Di lahan itu, tanaman cabai dan terong tumbuh sebagai bagian dari upaya konkret menjaga pasokan pangan dari tingkat desa.

Bukan sekadar inspeksi, kehadiran polisi membawa pesan tegas: lahan produktif harus dijaga, dirawat, dan dimaksimalkan. Pemilik lahan didorong untuk serius mengelola tanaman agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

Langkah ini bukan tanpa dasar. Dalam kerangka kebijakan nasional, ketahanan pangan merupakan kepentingan strategis yang menyangkut stabilitas ekonomi dan sosial. Negara, melalui berbagai instrumen termasuk kepolisian, berkewajiban memastikan potensi lokal tidak terbuang sia-sia. Ketika lahan dibiarkan kosong, risiko kerawanan pangan ikut meningkat.

Peran polisi di sini berubah—dari sekadar penjaga keamanan menjadi penggerak di tingkat desa. Monitoring P2B menjadi bukti bahwa pendekatan keamanan kini menyentuh sektor vital: pangan.

“Program ini harus hidup, bukan formalitas. Hasilnya harus dirasakan masyarakat,” menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut.

Fakta di lapangan menunjukkan respons positif. Pemilik lahan mendapat motivasi langsung untuk menjaga kualitas tanaman agar tetap subur dan berbuah maksimal. Ini penting, mengingat fluktuasi harga pangan kerap dipicu oleh minimnya produksi di tingkat lokal.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan terkendali. Namun pesan aparat jelas: keberhasilan program ini bergantung pada konsistensi warga dalam mengelola lahan.

Di Karanggeneng, cabai dan terong bukan sekadar tanaman. Ia menjadi simbol perlawanan terhadap ancaman krisis pangan—dan polisi memastikan perlawanan itu tidak berhenti di tengah jalan.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan