Dindik Blora Turun Tangan Usut Dugaan Aniaya Kepsek Randulawang

Analisajatim.id | Blora — Kasus dugaan penganiayaan oleh Kepala SDN 3 Randulawang, Sriyanto, terus bergulir. Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora langsung turun lapangan mengumpulkan fakta setelah kasus ini viral dan dilaporkan ke polisi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindik Blora, Slamet Dwi, mengatakan pihaknya mendapat perintah atasan untuk klarifikasi.
“Kami mendapatkan perintah atasan untuk mengklarifikasi kepada yang bersangkutan, atas apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya, Kamis (30/4/2026).
Slamet mengaku sudah menemui Sriyanto dan Korwil setempat. Hasil investigasi akan segera dilaporkan ke Kepala Dinas untuk dievaluasi.
“Nanti hasilnya akan saya sampaikan kepada kepala dinas,” jelasnya.
Dindik Blora juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul di media sosial belakangan ini.
“Kami juga minta maaf atas kegaduhan yang terjadi belakangan ini,” tandas Slamet.
Sebelumnya, ayah korban ARR (13), Sudarmanto (45), melapor ke Polsek Jati pada Selasa malam (28/4/2026). ARR, siswa kelas 6 SDN 4 Doplang, diduga dipiting dan dicakar Sriyanto usai laga voli semifinal HUT SMPN 1 Doplang.
Kapolsek Jati, AKP Suyadi, membenarkan laporan sudah diterima. Polisi telah meminta keterangan pelapor dan korban dengan pendampingan.
“Siswanya juga sudah kami mintai keterangan dengan pendampingan,” ujarnya.
AKP Suyadi menambahkan, kasus akan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Blora.
“Nanti penyelidikan akan ditindaklanjuti di sana,” bebernya.
Kejadian bermula saat sesi jabat tangan SDN 3 Randulawang vs SDN 4 Doplang berujung ricuh.
Sriyanto membantah menganiaya. Ia mengaku hanya melerai keributan antar siswa.
“Saya tidak ada niatan untuk menganiaya. Saya hanya berniat untuk melerai keduanya,” katanya.
Soal luka cakar di pipi ARR, ia mengaku tidak sadar.
“Tidak tahu itu luka dari mana, tidak sadar.”
Publik kini menanti hasil investigasi Dindik dan proses hukum di Polres Blora. Kasus ini jadi sorotan karena menyangkut dunia pendidikan dan perlindungan anak di lingkungan sekolah. (**/Jay)