Polisi Turun ke Pekarangan Warga, Monitoring P2B di Sukorejo Jadi Sorotan Dukungan Ketahanan Pangan

Analisajatim.id | Lamongan – Peran kepolisian tak lagi sekadar menjaga keamanan, namun mulai merambah penguatan ketahanan pangan masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan monitoring Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang dilakukan jajaran Polsek Turi di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.50 WIB tersebut dipimpin oleh personel Aiptu Irwan Arin Nendro bersama Aipda Agus. Mereka turun langsung ke pekarangan warga untuk memastikan pemanfaatan lahan rumah tangga dalam mendukung ketersediaan pangan bergizi berbasis buah-buahan.

Dalam monitoring tersebut, berbagai tanaman seperti kelengkeng, jeruk, pepaya, jambu, hingga pisang menjadi fokus pengamatan. Selain itu, petugas juga memberikan sosialisasi kepada warga terkait pentingnya optimalisasi pekarangan sebagai sumber pangan mandiri.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dari sudut pandang hukum dan kebijakan publik, keterlibatan Polri dalam program ini menjadi representasi fungsi preemtif dan preventif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polisi tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat.

Kapolsek Turi dalam laporannya kepada Kapolres Lamongan menegaskan bahwa kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Monitoring ini sekaligus memastikan bahwa program P2B benar-benar berjalan di lapangan, bukan sekadar formalitas administratif.

Namun demikian, pengawasan berkelanjutan tetap menjadi kunci. Tanpa konsistensi dan evaluasi, program berbasis masyarakat seperti P2B berpotensi mandek di tengah jalan.

Kehadiran polisi di tengah aktivitas warga ini mengirim pesan kuat: ketahanan pangan bukan hanya urusan petani atau pemerintah daerah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, termasuk aparat penegak hukum dalam menjaga keberlanjutannya.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan