Patroli Siang Hari Tak Sekadar Formalitas: Polisi Sisir Bank, Warkop, hingga Permukiman di Kalitengah

Analisajatim.id | Lamongan — Ketika aktivitas warga memuncak di siang hari, celah kejahatan justru terbuka lebar. Menyadari itu, jajaran Polsek Kalitengah tak menunggu malam untuk bergerak. Senin (4/5/2026) pukul 10.30 WIB, patroli Kota Presisi (PKP) digelar dengan pendekatan dialogis, menyasar objek vital perbankan, warung kopi, hingga kawasan permukiman.

Langkah ini bukan rutinitas kosong. Polisi turun langsung ke titik-titik yang memiliki potensi kerawanan tinggi—lokasi transaksi keuangan, tempat berkumpul warga, dan lingkungan padat penduduk yang kerap luput dari pengawasan.

Dalam patroli tersebut, petugas tidak hanya mengawasi. Mereka aktif berdialog dengan masyarakat dan pelaku usaha, menyampaikan imbauan konkret: waspada terhadap kendaraan bermotor, jangan tinggalkan kunci saat parkir, dan tingkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.

Pesan yang sederhana, tapi krusial. Banyak kasus pencurian kendaraan bermotor justru terjadi karena kelalaian kecil.

Patroli dialogis ini juga menjadi strategi pencegahan terhadap kejahatan 3C—curat, curas, dan curanmor—yang masih menjadi ancaman laten di wilayah hukum Kalitengah. Selain itu, potensi gesekan antar kelompok turut diantisipasi melalui pendekatan persuasif langsung di lapangan.

Dalam laporan kepada Kapolres Lamongan, kegiatan ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya harkamtibmas untuk menjaga stabilitas keamanan secara menyeluruh. Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengingat dan penggerak kewaspadaan publik.

Hasil pemantauan menunjukkan situasi wilayah Kalitengah selama patroli berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif. Namun, aparat tak menutup mata—kriminalitas tidak mengenal waktu, dan bisa muncul di sela aktivitas paling biasa.

Di sinilah letak pentingnya patroli siang hari. Bukan sekadar menunjukkan kehadiran, tetapi menutup ruang-ruang lengah yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Kalitengah sedang dijaga—bukan hanya di malam hari, tapi juga di tengah hiruk-pikuk siang yang kerap dianggap aman.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan