Majelis Dzikir dan Haul Sesepuh Bantengputih Gaungkan Spirit Keislaman, Polisi-TNI Kawal Khidmatnya Ribuan Doa untuk Leluhur

Analisajatim.id | Lamongan,- Suasana religius menyelimuti Masjid Al Falah, Dusun Koloputih, Desa Bantengputih, Kecamatan Karanggeneng, Selasa (2/6/2026). Ratusan jamaah memadati area masjid untuk mengikuti Majelis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW, haul para sesepuh, pinisepuh, serta doa bersama bagi seluruh ahli kubur masyarakat Desa Bantengputih.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga tradisi ulama, serta mempererat persatuan masyarakat dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan unsur Forkopimcam Karanggeneng, di antaranya Aipda Suprayitno mewakili Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H., Serka Nur Huda mewakili Danramil 0812/15 Karanggeneng Kapten CKE Sunarko, serta Mashuri Zakariya, S.Pd mewakili Camat Karanggeneng Rahmad Hidayat, S.H., M.M. Turut hadir Kepala Desa Bantengputih Mustofa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, Muslimat NU, Fatayat NU, Takmir Masjid Al Falah, dan jamaah Al Khidmah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Al-Fatihah, istighotsah, Surat Yasin, doa Yasin, qira’atul manaqib, tahlil, pembacaan Maulidurrasul Muhammad SAW, hingga mauidlotul hasanah yang disampaikan oleh KH. Ali Syarozi dari Kecamatan Pucuk.

Dalam tausiyahnya, KH. Ali Syarozi mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta menjaga tradisi mendoakan para leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu yang telah berjasa membangun kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Kegiatan haul dan dzikir ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat ikatan spiritual masyarakat sekaligus menjaga warisan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mengakar kuat di wilayah Karanggeneng.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh aparat gabungan yang terdiri dari 4 personel Polri, 2 personel TNI, 2 anggota Satpol PP, dan 8 personel Linmas. Kehadiran aparat keamanan menjadi bentuk komitmen negara dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan kegiatan keagamaan dengan nyaman dan kondusif.

Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan penuh khidmat. Tidak hanya menjadi ajang bermunajat kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong, persaudaraan, dan penghormatan terhadap para ulama serta sesepuh yang telah mewariskan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan