Apel Siaga Karhutla KPH Randublatung, BPBD Blora Kompak Jaga Hutan

Analisajatim.id | Blora — Musim kemarau panjang mengancam. KPH Randublatung bersama BPBD Kabupaten Blora gelar Apel Siaga Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di RPH Jatikusumo. Kompak jaga hutan Blora selatan dari api.

Apel dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati. Turut hadir Kepala Adm KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, Waka Adm Bambang Sunarto, segenap Asper Se-Wilayah KPH Randublatung, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, Perwakilan KRPH, serta perwakilan LMDH se-RPH Jatisumo dan perwakilan Mandor Keamanan (POLTER).

Dalam apel, Kalak BPBD Blora Mulyowati menekankan 3 hal, di antaranya deteksi dini, respon cepat, dan gotong royong. Karhutla nggak bisa dilawan sendirian.

“Api kecil jadi kawan kalau cepat ditangani. Jadi besar jadi lawan kalau telat. Makanya siaga ini penting, sebelum asap mengepul,” tegas Mulyowati, Selasa (2/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mulyowati juga memberikan materi tentang penanggulangan bencana alam sebagai wawasan dan pengetahuan bagi peserta apabila menemui karhutla pada saat bertugas.

Simbolis; Penyerahan alat pemadam kebakaran oleh Waka Adm KPH Randublatung kepada Polhutmob

KPH Randublatung lewat Rovi Tri Kuncoro dan Bambang Sunarto menyatakan kesiapan penuh.

“Patroli hutan ditingkatkan dan peralatan pemadam dicek ulang. LMDH sebagai garda terdepan juga dikuatkan perannya. Mereka paling paham medan dan titik rawan di sekitar desa,” ungkap Rovi.

Pemilihan RPH Jatikusumo bukan tanpa alasan. Selain di wilayah tengah, antara Blora dan Randu, juga karena banyak lahan kering, daun gugur, dan akses ke hutan jati. Kalau lengah sedikit, api cepat merambat.

Dalam apel tersebut, para pimpinan instansi secara simbolis menyerahkan alat pemadam manual dan tradisional kepada Polhutmob dan LMDH. Adapun alat pemadam manual dan tradisional tersebut yang diserahterimakan seperti gepyok, pompa punggung, serta alat pembuatan sekat bakar.

Apel siaga ini pesan jelas: Blora nggak mau kecolongan. Pemkab, Perhutani, LMDH, sampai warga duduk satu barisan. Hutan jati Blora dijaga bareng-bareng, bukan nunggu kebakaran dulu baru sibuk. (Jay)

Tinggalkan Balasan