Bantuan Benih Tebu Blora 2025 Rugikan Petani, Supplier Diduga Ingkar Janji

Analisajatim.id | Blora – Program bantuan pemerintah berupa pengadaan benih tebu untuk bongkar ratoon tahun anggaran 2025 di Kabupaten Blora menimbulkan masalah. Sejumlah petani penerima bantuan mengeluhkan supplier yang belum melunasi pembayaran, padahal program sudah selesai tahun lalu. Minggu, (7/6/2026).

Salah satu petani yang dirugikan adalah Mudho, warga Desa Balong, Kecamatan Kunduran. Ia juga menjabat Ketua Kelompok Tani Sido Makmur. Tahun 2025, Mudho mendapat alokasi bongkar ratoon seluas 7 hektare.

Mudho bercerita, pengiriman bibit pertama dari CV. Defarro Sembada berjalan lancar. Petani menerima 3 rit bibit. Namun pada pengiriman kedua, 2 rit bibit yang dikirim oknum supplier berinisial Nur kualitasnya tidak layak tanam karena sudah tua.

“Satu rit saya tolak dan dikembalikan. Akibatnya kami kekurangan 3 rit bibit. Lalu supplier membeli bibit milik saya sendiri untuk menutup kekurangan itu,” kata Mudho.

Hingga kini uang pembelian bibit milik Mudho belum dibayar lunas. Saat dihubungi, oknum supplier tersebut tidak merespons.

Selain benih, petani juga menerima dana Hari Orang Kerja atau HOK sebesar Rp3,6 juta per hektare. Mudho berharap program bantuan tetap berlanjut, tetapi tanpa melibatkan supplier yang tidak bertanggung jawab.

Nur Hasan selaku supplier CV. Defarro Sembada mengakui belum melunasi utang kepada Mudho. Ia beralasan uang proyek digunakan untuk keperluan pribadi.

“Iya, memang belum saya bayar sepenuhnya. Uangnya saya pakai untuk kebutuhan pribadi,” ujar Nur. Ia berjanji melunasi utang setelah tebu selesai ditebang.

Dedy dari CV. Defarro Sembada selaku kontraktor utama menyatakan Nur memang supplier rekanan mereka. Namun perusahaan memastikan seluruh pembayaran ke supplier sudah lunas 100 persen.

“Kami tidak tahu ada kejadian seperti ini di lapangan. Ini keterlaluan. Kami akan cross-check dan menindak tegas agar hak petani segera dibayar,” tegas Dedy.

Sebagai informasi, CV. Defarro Sembada mengerjakan proyek bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu sekitar 750 hektare di Blora pada 2025. Untuk memenuhi kebutuhan bibit, perusahaan menggandeng jaringan supplier untuk distribusi ke petani. ***

Tinggalkan Balasan