Tiga Pilar Kota Bambu Selatan Perkuat Sinergi, Babinsa Dorong Ketahanan Pangan dan Keamanan Lingkungan

Analisajatim.id | Jakarta Barat,- Sinergitas antara TNI, Polri, dan aparatur pemerintah kembali diperkuat di wilayah Kecamatan Palmerah. Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos), Babinsa Koramil 03/Grogol Petamburan (GP) Kodim 0503/Jakarta Barat, Pelda Nur Jaelani, menegaskan pentingnya kolaborasi tiga pilar dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di depan Pos Kampung Betawi, Jalan Kota Bambu Selatan RT 08 RW 09, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Kamis (11/6/2026) pagi itu, menjadi ruang koordinasi strategis antara Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, dan kepolisian.
Dalam kegiatan tersebut, Pelda Nur Jaelani berdialog langsung dengan Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kelurahan Kota Bambu Selatan, Deni, serta Bhabinkamtibmas Aiptu Rudy. Pertemuan berlangsung hangat namun sarat pesan kebangsaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Komunikasi Sosial ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antara TNI, pemerintah kelurahan, dan kepolisian. Sinergitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung tugas pembinaan wilayah sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan,” tegas Pelda Nur Jaelani.
Tidak hanya berbicara soal keamanan, Babinsa juga menyoroti isu ketahanan pangan yang kini menjadi perhatian serius pemerintah. Ia mengajak aparatur wilayah untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur menjadi area produktif yang dapat ditanami berbagai jenis sayuran.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya konkret membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus menjadi benteng sosial ketika terjadi gejolak ekonomi yang berdampak pada kebutuhan pokok masyarakat.
Dari perspektif kewilayahan, pesan yang disampaikan Babinsa memiliki nilai strategis. Ketahanan pangan dan keamanan lingkungan merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Ketika masyarakat memiliki kemandirian ekonomi dan kebutuhan pangan tercukupi, potensi gangguan sosial dapat diminimalkan.
Selain itu, Pelda Nur Jaelani juga menekankan pentingnya koordinasi aktif antara warga, aparatur kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Menurutnya, setiap potensi gangguan keamanan harus dideteksi sejak dini agar penyelesaiannya dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai koridor hukum yang berlaku.
“Hukum berbicara melalui pencegahan. Keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Babinsa juga mengingatkan seluruh pihak untuk terus memberikan edukasi positif kepada masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas yang dapat mengganggu kenyamanan warga.
Kegiatan Komsos yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa komunikasi yang terjalin secara intensif antar unsur tiga pilar tetap menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Reporter : M. Solichin
Editor : Nur :::