Terkait Dugaan KDRT Oknum Dokter Ditempat Prakteknya, Kadinkes Dan IDI Terkesan Tutup mata dan Telinga

AnalisaJatim.id|Ngawi, dugaan kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT), yg dilakukan oleh oknum dokter ASN inisial ( MSR) pada istrinya ( YS) dari salah satu RSUD di Ngawi, di tempat praktekanya di wilayah kecamatan Gerih, seakan remang – remang tanpa ada kejelasan bagaimana tindakan dari dinas kesehatan ( Dinkes), maupun dari Ikatan dokter Indonesia ( IDI) cabang Ngawi.

Hal itu terbukti dari tidak di responnya konfirmasi dari tim awak media dalam beberapa hari ini pada kepala Dinkes Ngawi dr. Heri Nur fahrudin yang juga sekaligus menjabat ketua IDI Ngawi, baik klarifikasi lewat Whatsapp, maupun sambungan telepon walau sudah berkali – kali, bahkan 2x kali langsung bertandang ke kantornya selalu nihil.

Cuma sepotong kalimat yang berhasil diperoleh dari staf sekretariatan IDI bernama Sukma, ” Maaf belum bisa tersambung, baik pada ketua dr. Heri maupun direktur RSUD nya, nanti tak kabari kalau sudah bisa terhubung, ” katanya Kamis 11/6/26, namun sampai berita ini diturunkan tidak ada kabar lebih – lanjut.

Diwaktu yang sama salah – satu mantan pimpinan pejabat Dinkes menyayangkan akan hal tersebut, ” Iya harusnya teman – teman media bisa direspon, biar tidak berlarut – larut, bila perlu memberi tugas pada jajaran lain yang berada dibawahnya agar beliau tidak berat, harusnya ada langkah – langkahlah, ” ujarnya dengan solutif.

Tentu publik menanti seperti apa langkah seorang kepala dinas Kesehatan sekaligus merangkap ketua IDI kabupaten Ngawi,dalam permasalahan seperti ini, mengingat dokter adalah profesi yang mulia dimata masyarakat, dan tentu ada kode etik yang harus ditaati, bila bungkam menutup mata, dan telinga, tentu persepsi publik akan liar kemana – mana.

Tim awak media akan selalu membuka ruang untuk konfirmasinya, atau jawabanya, sebagai bentuk transparansi publik. ( Team)

Tinggalkan Balasan