Safari Tiga Pilar Mangga Besar: Belanja Masalah, Meneguhkan Fakta Hukum

Jakarta Barat – Analisajatim.id
Jumat malam, 12 Juni 2026, Kelurahan Mangga Besar menjadi panggung interaksi langsung antara aparat dan masyarakat. Safari Tiga Pilar yang digelar di Sekretariat RW 006, Jalan Sekolah Tangki, RT 004/006, menghadirkan wajah sinergitas nyata: Lurah Mangga Besar Dimas Satwika, S.E., Babinsa Koramil 01/Taman Sari Peltu Erwin R. dan Serka Suharno, serta Bhabinkamtibmas Aipda Siregar. Turut hadir perangkat kelurahan, Satpol PP, FKDM, LMK, Ketua RW 006 Rudy, dan jajaran RT setempat.
Safari ini bukan sekadar silaturahmi. Konsep “belanja masalah” yang diusung Tiga Pilar adalah mekanisme investigatif: menyerap aspirasi, mengurai keresahan, dan meneguhkan komitmen hukum. Lurah Dimas menegaskan, setiap RW memiliki karakteristik dan problematika berbeda. “Tujuan utama kami adalah memperkenalkan diri sekaligus menyerap masalah yang ada di wilayah,” ujarnya lugas.

Instruksi Gubernur terkait pemilahan sampah dari sumbernya kembali digarisbawahi. Fakta hukum yang muncul: pengelolaan sampah bukan hanya urusan teknis, tetapi kewajiban normatif yang bila diabaikan dapat menimbulkan sanksi administratif.
Babinsa Peltu Erwin R. menegaskan bahwa TNI-Polri bersama pemerintah daerah solid hadir di tengah masyarakat. “Setiap permasalahan di wilayah harus diselesaikan tuntas. Kami aparat kewilayahan hadir sebagai wujud kehadiran Negara,” tegasnya. Pesan ini mengandung makna hukum: aparat tidak sekadar simbol, tetapi penegak aturan yang siap menindak potensi kriminalitas.
Ia mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan potensi kerawanan. Fakta investigatif: laporan warga adalah dasar hukum bagi aparat untuk bertindak cepat, sehingga keterlibatan masyarakat menjadi bagian integral dari sistem kamtibmas.

Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., menilai safari ini sebagai kunci menjaga stabilitas hukum dan sosial. Dialog interaktif dan pendekatan humanis menjadi senjata sosial paling ampuh mencegah konflik.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama pukul 21.30 WIB. Simbol spiritual ini menegaskan bahwa hukum bukan hanya soal aturan tertulis, tetapi juga moralitas yang hidup di tengah masyarakat. Safari Tiga Pilar Mangga Besar membuktikan: sinergitas aparat dan warga adalah benteng hukum paling kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Reporter: M. Solichin
Editor: Nur