Stok Aman, Harga Terkendali: Babinsa Koramil Taman Sari Pastikan Sembako Jakarta Barat Tak Bergejolak

Analisajatim.id|Jakarta Barat — Di tengah dinamika ekonomi dan kekhawatiran publik terhadap gejolak harga kebutuhan pokok, pemantauan lapangan yang dilakukan jajaran Babinsa Koramil 01/Taman Sari – Kodim 0503/Jakarta Barat menunjukkan fakta berbeda: ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Jakarta Barat terpantau aman dengan harga yang relatif stabil.
Monitoring intensif yang digelar pada Senin (15/6/2026) itu bukan sekadar rutinitas administratif. Data lapangan diteruskan langsung kepada Aster Kasdam Jaya dan Waaster Kasdam Jaya sebagai bagian dari pengawasan ketahanan pangan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan distribusi di wilayah ibu kota.
Hasil pengecekan menunjukkan tidak ditemukan gejala kelangkaan maupun lonjakan harga yang berpotensi memicu keresahan masyarakat.

Berdasarkan pendataan personel di lapangan, harga sejumlah komoditas utama tercatat sebagai berikut:
- Beras medium: Rp14.000 per liter
- Gula pasir: Rp19.000 per kilogram
- Minyak goreng: Rp23.000 per liter
- Daging sapi: Rp125.000 per kilogram
- Daging ayam: Rp40.000 per ekor
- Telur ayam: Rp27.000 per kilogram
- Bawang merah: Rp50.000 per kilogram
- Bawang putih: Rp50.000 per kilogram
- Cabai rawit merah: Rp70.000 per kilogram
- Cabai merah keriting: Rp60.000 per kilogram
- Gas elpiji 3 kilogram: Rp21.000
- Garam: Rp10.000 per kilogram
Danramil 01/Taman Sari, Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., menegaskan bahwa kondisi distribusi dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Barat masih berada pada kategori aman.
“Selama pelaksanaan pemantauan, belum ditemukan kondisi menonjol yang mengarah pada kelangkaan barang maupun lonjakan harga ekstrem,” tegasnya.
Langkah pengawasan yang dilakukan aparat teritorial ini menjadi indikator penting bahwa stabilitas pasokan pangan masih terjaga. Di saat isu kenaikan harga kerap menjadi pemicu tekanan ekonomi rumah tangga, kepastian distribusi dan kontrol lapangan menjadi instrumen yang menentukan.
Pemantauan berkelanjutan juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan rantai pasok pangan tetap berjalan tanpa hambatan.
Ketahanan pangan bukan hanya soal stok tersedia, tetapi soal negara hadir memastikan kebutuhan rakyat tetap terjangkau.
Reporter: M. Solichin
Editor: Nur