PENGESAHAN 1.298 WARGA BARU BUKAN SEKADAR SEREMONI!
Dewan Pusat PSHT Tegaskan Ajaran Setia Hati sebagai Benteng Kamtibmas dan Persatuan Bangsa

Analisajatim.id | Lamongan — Pengesahan 1.298 calon warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lamongan pada Kamis (18/6/2026) bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Momentum tersebut ditegaskan sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan nilai persaudaraan, serta peneguhan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat itu, pesan yang mengemuka bukan hanya soal status keanggotaan, melainkan tanggung jawab moral yang melekat setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Setia Hati Terate.

Ketua PSHT Cabang Lamongan, Harto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pengesahan diikuti tidak hanya warga dari Lamongan, tetapi juga dihadiri perwakilan dari Jombang, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo hingga Sampang, serta mendapat dukungan dari Dharma Wanita. Kehadiran lintas daerah tersebut dinilai menjadi bukti kuat bahwa persaudaraan dalam PSHT tumbuh melampaui batas administratif.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kekuatan solidaritas tidak boleh keluar dari koridor ajaran dan aturan organisasi.

Pernyataan paling tegas datang dari Anggota Dewan Pusat Madiun, Kang Mas H. Harsono, S.H., M.M. Dalam arahannya, ia menekankan lima prinsip strategis yang wajib menjadi pegangan seluruh warga, khususnya warga baru.

Pertama, menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika internal. Kedua, menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah persatuan. Ketiga, mematuhi tata kelola komunikasi organisasi mulai tingkat rayon hingga pusat. Keempat, menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dan kelima, menjadikan pengesahan sebagai titik awal pengabdian untuk menjadi pribadi berbudi luhur, jujur, bertanggung jawab, serta menjauhi sikap mangrotingal—tidak konsisten antara ucapan dan tindakan.

“Jadilah teladan di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Selalu ikut menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing untuk Memayu Hayuning Bawana—menjaga ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan semesta,” tegas Harsono.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa nilai yang dibangun PSHT tidak berhenti pada pembinaan fisik dan tradisi organisasi, tetapi juga menempatkan setiap warga sebagai bagian dari sistem sosial yang bertanggung jawab menjaga ketertiban umum.

Sementara itu, Ketua Dewan Cabang SH Terate Lamongan, Ir. Sumiran, menambahkan bahwa status warga baru harus dipahami sebagai amanah yang memiliki konsekuensi etis besar.

Menurutnya, nama baik organisasi tidak boleh dikorbankan oleh perilaku individu yang menyimpang dari ajaran inti Setia Hati. Karena itu, pembinaan pasca-pengesahan menjadi agenda penting yang wajib dijalankan pengurus cabang maupun ranting agar transformasi karakter benar-benar terukur dan berkelanjutan.

“Ketertiban umum tidak lahir dari slogan, tetapi dimulai dari integritas pribadi yang tegak lurus terhadap nilai dan tanggung jawab,” ujarnya.

Pengesahan 1.298 warga baru ini pada akhirnya menjadi penanda bahwa PSHT Cabang Lamongan ingin menegaskan posisi organisasi sebagai ruang pembentukan manusia yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara moral, disiplin dalam organisasi, dan hadir sebagai penjaga harmoni di tengah masyarakat.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan