Dukung Program Danrem 052/Wkr, Koramil 01/Taman Sari Turunkan Satgas Sampah Bersihkan Kali Beton

Analisajatim.id | Jakarta Barat — Persoalan sampah perkotaan bukan lagi sekadar isu kebersihan, tetapi telah menjadi persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, kualitas permukiman, hingga potensi bencana banjir. Menyikapi kondisi tersebut, Koramil 01/Taman Sari Kodim 0503/Jakarta Barat bergerak cepat menindaklanjuti instruksi Komandan Resor Militer (Danrem) 052/Wijayakrama terkait penanganan darurat sampah.

Langkah konkret diwujudkan melalui aksi kerja bakti pembersihan sampah di kawasan Kali Beton Mangga Besar II, Jalan Mangga Besar II RW 02, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (22/06/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Babinsa Koramil 01/Taman Sari, Serma Agus Priyono, dengan melibatkan unsur lintas sektor sebagai bagian dari gerakan kolektif menjaga lingkungan.

Aksi ini menjadi implementasi langsung dari program penanganan darurat sampah yang digagas Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P., sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kawasan permukiman padat penduduk.

Di lapangan, personel gabungan melakukan pengangkatan sampah yang menumpuk di sepanjang aliran kali agar tidak menghambat arus air dan menimbulkan dampak lanjutan terhadap lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program Danrem 052/Wkr dalam penanganan darurat sampah. Tujuannya bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi memastikan aliran air tetap lancar dan masyarakat terhindar dari risiko banjir maupun gangguan kesehatan,” ujar Serma Agus Priyono di sela kegiatan.

Operasi pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Babinsa, anggota Perlawanan Rakyat (Wanra), petugas Satuan Pelaksana Tata Air, serta warga sekitar.

Untuk mendukung efektivitas pekerjaan di lapangan, tim menggunakan sejumlah sarana operasional berupa satu unit mobil pengangkut sampah serta peralatan manual seperti garpu, cangkul, dan cangkrang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau aparat semata. Persoalan lingkungan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai garis pertahanan pertama dalam menjaga kualitas ruang hidup.

Di wilayah perkotaan yang padat seperti Taman Sari, perilaku membuang sampah sembarangan menjadi persoalan yang dapat berdampak luas apabila tidak dikendalikan sejak dini.

Melalui gerakan pembersihan yang dilakukan secara cepat dan kolaboratif ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjadikan sungai bukan sebagai tempat pembuangan, melainkan sebagai bagian penting dari ekosistem perkotaan yang harus dijaga bersama.

Reporter: M. Solichin
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan