Peran Kampus Menyentuh Desa: Sekaralas Terima KKN UIN Sunan Ampel, Dorong Edukasi Lingkungan dan Penguatan BUMDes

Analisajatim.id|Ngawi, — Pemerintah Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, resmi menerima program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bentuk kolaborasi nyata antara dunia akademik dan masyarakat desa.
Sebanyak 19 mahasiswa mulai menjalankan pengabdian sejak Juni hingga akhir Juli 2026. Selama masa KKN, para mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan pemerintah desa dan warga melalui kegiatan pemberdayaan, edukasi, serta pendampingan program sosial kemasyarakatan.
Kepala Desa Sekaralas menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang dinilai membawa semangat baru bagi pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami pemerintah desa dan masyarakat menerima dengan tangan terbuka adik-adik mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan edukasi positif kepada masyarakat. Kami meyakini ini menjadi bentuk kerja sama yang saling menguatkan dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Kepala Desa Sekaralas kepada awak media, Senin (23/6/2026).
Program KKN tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi diarahkan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Fokus kegiatan meliputi sosialisasi kesehatan lingkungan, peningkatan kesadaran pengelolaan sampah, hingga pemberian motivasi dan pendampingan terhadap penguatan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurut pemerintah desa, kehadiran mahasiswa menjadi momentum untuk menghadirkan gagasan baru yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat desa.
Selain aspek pemberdayaan ekonomi dan lingkungan, kegiatan juga membawa nilai edukasi sosial dan keagamaan yang selaras dengan karakter kampus berbasis keislaman.
“Sebagai kampus religius, tentu ada nilai-nilai pembinaan dan siar keagamaan yang dibangun dalam keseharian selama berada di desa. Kami berharap program seperti ini bisa terus berkesinambungan,” lanjutnya.
Dari perspektif pembangunan dan tata kelola, pelaksanaan KKN menjadi salah satu instrumen penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di lapangan bukan sekadar agenda akademik, tetapi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan memberi dampak terukur.
Ke depan, keberhasilan program semacam ini akan bergantung pada keberlanjutan hasil pendampingan, keterlibatan warga, serta kemampuan desa menerjemahkan ide menjadi program yang dapat dijalankan setelah masa KKN berakhir.
Reporter: Budi
Editor: Nur