Malam Pengesahan PSHT 2026: Lahirkan Generasi Tangguh, Solid, dan Berjiwa Nasionalisme

Analisajatim.id | Jakarta — Momentum Pengesahan Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang se-DKI Jakarta dan Bekasi Kota, Pusat Madiun Tahun 2026/1448 H, tidak sekadar menjadi seremoni organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini diproyeksikan sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda menuju pribadi yang berjiwa nasionalis, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap bangsa.
Mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri Setia Hati Terate untuk Memperkuat Soliditas dan Memperkokoh Jiwa Nasionalisme”, kegiatan pengesahan menjadi tahapan penting dalam perjalanan kaderisasi organisasi pencak silat yang menekankan nilai persaudaraan, pengendalian diri, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Cabang SH Terate Jakarta Selatan Pusat Madiun sekaligus Pelaksana Tugas Perwakilan Pusat (Plt Perwapus) DKI Jakarta, A. Rahman, H. Anggorojati, SE., CTMP., MM., Han, menyampaikan harapan besar kepada 126 calon warga baru yang akan menjalani prosesi pengesahan.
Menurutnya, para calon warga tersebut merupakan bagian dari generasi muda Indonesia yang diharapkan mampu menjadi energi positif dalam pembangunan bangsa.
“Generasi muda ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan, pembangunan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui pencak silat dan ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate, mereka diharapkan mampu menghadirkan warna baru dalam membangun Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dewan Pengesah yang bertugas menjaga marwah organisasi serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai nilai dan tradisi yang diwariskan.
Lebih lanjut ditegaskan, para calon warga sebelumnya telah menjalani proses pembinaan melalui lima ajaran dasar SH Terate, yang menjadi fondasi pembentukan watak dan moral anggota.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada kemampuan bela diri semata, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
“Seluruh ajaran yang diberikan bertujuan membentuk manusia berbudi luhur, memahami benar dan salah, serta mampu menjadi bagian dari wadah persaudaraan yang menjaga silaturahmi dalam bingkai persatuan nasional,” lanjutnya.
Dari perspektif sosial, pengesahan ini juga menjadi pengingat bahwa organisasi bela diri memiliki peran strategis dalam mencegah degradasi moral generasi muda. Di tengah tantangan perubahan sosial, pembinaan berbasis nilai dinilai menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat karakter kebangsaan.
Pengesahan Warga Tingkat I PSHT tahun ini menjadi penanda bahwa regenerasi organisasi tidak hanya berbicara tentang jumlah anggota baru, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang siap hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat dan negara.
Reporter: Ajir,M
Editor: Nur