Air Bengawan Mengganas, Polisi Pasang Banner Larangan Bermain di Tiga Titik Rawan Karanggeneng

Lamongan, Analisajatim.id – Ancaman tak kasat mata mengintai di tepian Bengawan. Debit air yang fluktuatif dan arus yang kerap tak terduga membuat kawasan bantaran sungai di Karanggeneng masuk kategori rawan. Rabu (18/2/2026) pukul 14.30 WIB, aparat bergerak cepat memasang banner larangan bermain di sejumlah titik kritis.
Aksi preventif ini digelar anggota Polsek Karanggeneng di bawah komando Kapolsek IPTU Sofian Ali, S.H. Tiga lokasi yang menjadi fokus pemasangan banner yakni:

- Tepi Bengawan Solo Desa Mertani
- Tepi Bengawan Mati Desa Kawistolegi
- Tepi Bengawan Solo Desa Karanggeneng
Langkah ini bukan tanpa alasan. Bantaran sungai kerap menjadi tempat bermain anak-anak dan lokasi aktivitas warga. Padahal, perubahan arus dan kedalaman sungai bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di musim penghujan.

Cegah Korban Sebelum Terlambat
Kapolsek Karanggeneng IPTU Sofian Ali, S.H. menegaskan bahwa pemasangan banner himbauan ini adalah langkah pencegahan dini demi menghindari potensi korban jiwa.
“Kami tidak ingin menunggu ada kejadian baru bertindak. Keselamatan warga, terutama anak-anak, menjadi prioritas utama,” tegasnya di sela kegiatan.
Selain memasang banner, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada warga sekitar agar tidak mengizinkan anak bermain di tepian sungai tanpa pengawasan.

Kegiatan ini melibatkan:
- IPTU Sofian Ali, S.H. (Kapolsek Karanggeneng)
- Aiptu Beny Widias (Kanit Provost)
- Aipda Bayu, S (Kanit Reskrim)
- Briptu Dedy Setiawan, S.H
- Warga desa setempat
Waspada di Titik Rawan
Bengawan Solo dikenal sebagai sungai terpanjang di Pulau Jawa dengan karakter arus yang bisa berubah cepat. Di sejumlah titik Karanggeneng, kontur tepi sungai yang curam dan licin menjadi faktor risiko tambahan.
Polisi berharap banner peringatan ini bukan sekadar pajangan, tetapi benar-benar menjadi pengingat keras bagi masyarakat. Sebab, satu kelengahan saja bisa berujung petaka.
Upaya ini menjadi bukti bahwa pencegahan lebih baik daripada penyesalan. Di tepian Bengawan, keselamatan harus jadi prioritas—bukan sekadar himbauan.
Reporter : Analisa
Editor : Nur