Air Mancur Menari Jadi Penanda Wajah Baru Lamongan

Lamongan, Analisajatim.id,- Pergantian tahun 2025 ke 2026 di Lamongan tidak sekadar ditandai oleh hitungan mundur dan sorak sorai. Tepat di detik-detik awal tahun baru, Pemerintah Kabupaten Lamongan menorehkan penanda pembangunan: air mancur menari resmi diluncurkan di Kawasan Gajah Mada, Kamis (1/1/2026) dini hari.

Peresmian yang dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi ini menjadi simbol lahirnya ruang publik kedua di Lamongan, setelah Alun-Alun Lamongan yang lebih dulu menjadi pusat interaksi warga.

Di bawah sorot lampu malam, semburan air yang bergerak selaras dengan permainan cahaya warna-warni menjadi atraksi baru yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menandai perubahan orientasi pembangunan daerah—dari sekadar infrastruktur menuju ruang kebersamaan.

Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa Kawasan Gajah Mada bukan proyek instan, melainkan kawasan yang terus disempurnakan secara bertahap demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan ruang publik yang layak dan inklusif.

“Pembangunan di Kawasan Gajah Mada terus berlanjut. Salah satu yang sudah tuntas adalah air mancur menari yang hari ini kita launching. Sedangkan co-working space, panggung budaya, kafetaria, dan fasilitas lainnya masih dalam tahap proses pembangunan,” ujar Pak Yes.

Lebih dari sekadar hiasan kota, air mancur menari ini dirancang sebagai magnet baru bagi warga. Rencananya, atraksi tersebut akan dijadwalkan menyala secara rutin, satu hingga dua kali dalam sepekan, sebagai hiburan publik yang gratis dan terbuka untuk semua kalangan.

Tak berhenti di situ, Kawasan Gajah Mada juga diproyeksikan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Sejumlah fasilitas olahraga telah disediakan, mulai dari lapangan futsal, bola voli, basket, hingga playground ramah anak—sebuah upaya menghadirkan ruang kota yang tidak hanya estetik, tetapi juga fungsional dan humanis.

Hadirnya air mancur menari ini menegaskan bahwa Lamongan perlahan keluar dari stigma kota persinggahan. Ia sedang menata diri menjadi kota yang memberi ruang bagi warganya untuk berinteraksi, berekspresi, dan menikmati kota tanpa sekat.

Di awal tahun baru, Lamongan mengirim pesan jelas:
pembangunan bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi tentang ruang hidup yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.



Reporter : Analisa
Editor : Nur

Tinggalkan Balasan