Aksi Nyata Amankan Swasembada Pangan, Bupati Lamongan Salurkan Ratusan Alsintan untuk Kelompok Tani

Analisajatim.id | Lamongan – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjaga ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan melalui langkah konkret. Di tengah ancaman perubahan iklim dan potensi musim kering yang dapat mengganggu produktivitas pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) mulai digelontorkan kepada kelompok tani sebagai upaya mengamankan swasembada pangan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, secara simbolis menyerahkan bantuan mesin rotavator kepada tujuh kelompok tani (Poktan) di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Kamis (11/6). Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Pusat terhadap rencana aksi yang diajukan Pemkab Lamongan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan ancaman kekeringan.

Dalam keterangannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan bahwa modernisasi pertanian bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga produktivitas pangan daerah yang selama ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
“Ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat setelah mempelajari rencana aksi yang telah kita susun dalam menghadapi musim kering maupun perubahan cuaca ekstrem. Bantuan yang diberikan cukup besar, mulai dari 18 unit pompa air, 13 rotavator, 23 hand traktor, hingga 108 paket irigasi perpompaan dan perpipaan yang akan dipasang secara serentak, terutama di wilayah tadah hujan,” ungkap Pak Yes.


Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan tiga unit combine harvester sebagai bagian dari percepatan mekanisasi pertanian di Lamongan.
Data yang disampaikan Pemkab Lamongan menunjukkan capaian sektor pertanian yang patut diperhitungkan. Dari luas baku sawah sekitar 95 ribu hektare, Lamongan mampu mencatatkan panen pada luasan mencapai 193 ribu hektare. Capaian tersebut dinilai melampaui target luas tambah tanam yang ditetapkan pemerintah.
Fakta tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada Lamongan dalam program penguatan ketahanan pangan nasional.

“Indeks pertanaman kita saat ini mencapai 2,1. Ini meningkat cukup signifikan dibanding sebelumnya yang berada di angka 1,64. Tahun ini target luas tambah tanam naik menjadi 233.384 hektare. Karena itu berbagai langkah strategis harus dilakukan, mulai dari bantuan alsintan, penyediaan sarana-prasarana pertanian, penggunaan bibit unggul, pemupukan serentak hingga pengendalian hama,” tegasnya.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian modern yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing tinggi. Pemerintah berharap produktivitas meningkat seiring dengan membaiknya Nilai Tukar Petani (NTP) sehingga kesejahteraan petani dapat terus terdongkrak.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito, menegaskan bahwa seluruh bantuan pertanian yang disalurkan pemerintah diberikan berdasarkan kelembagaan kelompok tani, bukan perorangan.
“Bantuan pertanian ini berbasis kelompok tani atau Poktan, bukan individu. Tujuannya agar pemanfaatannya lebih optimal dan dapat dirasakan bersama oleh anggota kelompok,” jelas Mugito.
Adapun tujuh kelompok tani yang menerima bantuan rotavator secara simbolis meliputi Poktan Harapan Makmur Desa Dumpiagung Kecamatan Kembangbahu, Tani Mulyo Desa Kanoman Kecamatan Tikung, Sekar Gading III Desa Sekaran, Tani Seger Satu Desa Karangwungu Kecamatan Karanggeneng, Sri Manunggal Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu, Sekar Srengenge VI Desa Sungegeneng Kecamatan Sekaran, serta Sumber Tani Dua Desa Sumberbendo Kecamatan Mantup.

Di tengah ketidakpastian iklim global, langkah percepatan modernisasi pertanian yang dilakukan Pemkab Lamongan menjadi sinyal kuat bahwa sektor pangan harus dijaga melalui kebijakan yang terukur dan berbasis kebutuhan lapangan.
Bantuan alsintan yang kini mulai disalurkan bukan sekadar program seremonial, melainkan instrumen strategis untuk memastikan lahan tetap produktif, pasokan air terjaga, dan target swasembada pangan nasional tetap berada di jalurnya.
Reporter : Analisa
Editor : Nur