Amarah Memuncak! Ratusan Massa Geruduk Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Tembok Dicat Coret dan Gerbang Rusak

Analisajatim.id – JOGJA, – Ratusan massa menggeruduk Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (24/2) sekitar pukul 18.00 WIB. Aksi tersebut berujung pada aksi vandalisme berupa coretan di tembok depan kantor kepolisian dan kerusakan pada pagar besi sisi timur.

Rombongan massa berjalan kaki dari arah timur dan tiba di lokasi tanpa didahului orasi maupun panggung aksi. Tak lama setelah tiba, sejumlah orang mulai mencorat-coret tembok depan Mapolda. Di sisi timur, gerbang besi dilaporkan dalam kondisi rusak.

Salah satu peserta aksi berinisial UDE menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan masyarakat, khususnya pasca kasus meninggalnya seorang anak di bawah umur di Maluku yang diduga akibat hantaman helm oleh oknum anggota Brimob.

“Ada bocah 14 tahun yang tidak salah apa-apa, sedang naik motor, lalu dihantam helm di bagian kepala hingga meninggal dunia,” ujarnya saat ditemui di depan Mapolda DIY.

Kabar tersebut memicu kekecewaan sebagian masyarakat Yogyakarta terhadap agenda reformasi Polri yang selama ini digaungkan pemerintah. Massa menilai belum ada perubahan signifikan, mengingat aksi serupa juga pernah terjadi di Mapolda DIY pada Agustus tahun lalu.

“Yang terjadi hari ini, masyarakat mulai berpikir bahwa ini bukan lagi persoalan oknum, tapi institusi. Aksi ini adalah bentuk pelampiasan kemarahan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut berlangsung secara spontan tanpa tuntutan resmi maupun susunan acara. “Tidak ada rundown, ini aksi yang mengalir begitu saja,” katanya.

Peserta aksi terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dari sejumlah kampus di Yogyakarta. Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung.

Akibat aksi tersebut, setengah ruas Jalan Ringroad Selatan jalur utara yang mengarah ke timur sempat ditutup untuk kendaraan.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun langkah penanganan lebih lanjut.(*)

Reporter : Analisa
Editor : Nur

Tinggalkan Balasan