Bengawan Solo Dipantau Ketat! Air Naik 2,58 Meter, Polisi Pastikan Status Masih Normal

Lamongan | Analisajatim.id — Detak Bengawan Solo terus diawasi. Polsek Karanggeneng turun langsung ke tepian sungai, memastikan ketinggian air tetap dalam batas aman di tengah potensi cuaca tak menentu, Minggu (12/04/2026) pagi.
Pemantauan dilakukan sekitar pukul 08.40 WIB di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng. Dua personel, Aipda Nur Said dan Aipda Herwanto, menyisir titik pantau dan mencatat kondisi terkini aliran sungai terbesar di Jawa itu.
Hasilnya, ketinggian air tercatat 2,58 meter—masih dalam kategori normal. Meski demikian, warna air terlihat keruh, menjadi sinyal adanya peningkatan debit dari hulu.
Tak hanya mencatat, petugas juga menjalin koordinasi intensif dengan pihak Balai Pengamatan Bengawan Solo untuk memastikan data akurat dan langkah antisipasi tetap terjaga.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini. Polisi tak menunggu air meluap, tapi bergerak sebelum risiko datang.
“Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali,” ujar petugas di lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar bantaran sungai terpantau kondusif. Warga pun diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan luapan.
Pesannya jelas: status memang normal, tapi kewaspadaan tak boleh turun. Bengawan bisa berubah cepat—dan kesiapsiagaan adalah kunci.
Reporter: Analisa
Editor: Nur