Analisajatim.id | Blora — Seorang warga bernama Suyanto (45), warga Dukuh Grogolan Rt.04/02, Desa Buloh, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora ditemukan meninggal dunia di dalam Sumur.
Korban bersama temannya, Supardi diketahui membersihkan sumur dengan kedalaman 10 meter diameter 1 meter di depan rumah milik Suparno, penjual air tangki, warga Dukuh Jomblang RT.04/03, Desa Sonokidul Kecamatan Kunduran pada Minggu sekira pukul 14.00 WIB.
Camat Kunduran, Suharto menceritakan, saat itu Suparno, saksi 1 hendak mengisi sumurnya, namun menunggu karena sedang dibersihkan dengan mesin pompa oleh korban. Karena airnya tinggal sedikit, korban masuk ke dalam sumur untuk membersihkan kotoran di dalamnya.
Setelah masuk ke dalam sumur kurang lebih 5 menit, korban berteriak tidak kuat. Karena mendengar teriakan korban, temannya langsung berusaha masuk ke dalam sumur untuk membantu korban yang saat itu sudah mulai lemas di dalam sumur.
“Tetapi setelah masuk ke dalam sumur, Supardi juga ikut lemas dan berteriak minta tolong,” terangnya.
Saksi 1 yang mendengar teriakan minta tolong dari dalam sumur kemudian panik dan memanggil warga sekitar. Kemudian warga sekitar mulai berdatangan untuk untuk membantu mengeluarkan kedua korban dan memberitahukannya kepada kepala desa untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kunduran, Damkar serta BPBD.
Beberapa saat kemudian datanglah petugas dari Polsek kunduran, Damkar serta BPBD Kabupaten Blora dan ke 2 orang yang berada di dalam Sumur bisa dievakuasi. Namun nahas, salah satu korban meninggal dunia.
“Supardi berhasil selamat dengan kondisi badan lemas, sedangkan temannya meninggal dunia,” tandasnya.
Keduanya diduga menghirup gas beracun di dalam sumur dengan kedalaman 10 meter diameter 1 meter tersebut. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga korban untuk segera dimakamkan. (Jay)



