Blora Lampaui Target Nasional LP2B, Kampus UNY & Investasi Makin Lancar

Analisajatim.id | Semarang — Kabupaten Blora resmi memenuhi target nasional penetapan Lahan Sawah Dilindungi atau LSD dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan LP2B. Capaian ini membuka jalan bagi proyek strategis daerah, mulai dari pendirian Kampus PSDKU Universitas Negeri Yogyakarta hingga masuknya investasi baru.

Hal itu disampaikan Bupati Blora Arief Rohman usai Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Kegiatan digelar Pemprov Jateng bersama Kementerian ATR/BPN di Hotel Gumaya, Semarang, Kamis (4/6/2026).

Blora Masuk 13 Kabupaten “Aman” Se-Jateng

Berdasarkan data, Blora mengusulkan 61.006 hektare lahan sebagai LP2B. Angka itu 88,23% dari total Lahan Baku Sawah 69.145 hektare. Artinya Blora melampaui target nasional minimal 87%.

“Blora masuk 13 kabupaten/kota yang sudah memenuhi target LSD. Kita di angka 88%, kategori aman dan tidak kena pembatasan,” kata Bupati Arief.

Status “aman” ini jadi syarat penting perizinan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, Kampus PSDKU UNY, dan proyek strategis lainnya.

Dua SK Menteri Turun, Izin UNY Tuntas

Bupati Arief juga menerima dua Surat Keputusan Menteri ATR/BPN:

1. SK Nomor 688/SK-PP.04.03/V/2026 untuk lahan Kampus PSDKU UNY Blora

2. SK Nomor 689/SK-PP.04.03/V/2026 untuk pembangunan Sekolah Rakyat

“Izin pendirian PSDKU UNY di Blora akhirnya tuntas. SK-nya sudah diserahkan Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Pak Lampri,” ujarnya.

Bupati menegaskan, lahan LP2B tidak boleh dialihfungsikan. Ini bentuk komitmen Blora menjaga ketahanan pangan nasional.

Kran Investasi Terbuka, RTRW Segera Ditinjau

Dengan kepastian status lahan, Bupati Arief menilai kran investasi di Blora makin terbuka. Penetapan LP2B juga jadi dasar peninjauan kembali Peraturan Daerah RTRW yang masa berlakunya berakhir 2021.

“Dengan kepastian ini, sejumlah proyek strategis punya landasan hukum lebih kuat untuk direalisasikan,” tegasnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi Blora. Sementara Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menyebut Jateng daerah progresif. Luas baku sawah Jateng yang terdata sudah 970 ribu hektare atau 85,11% dari target nasional.

Bagi Blora, capaian 88,23% LP2B bukan hanya soal ketahanan pangan. Tapi juga kunci percepatan pendidikan, investasi, dan penataan ruang yang lebih terarah. (Jay)

Tinggalkan Balasan