Close Menu
Analisa JatimAnalisa Jatim

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot
    inatogel

    Malam Minggu di Turi: Polisi-TNI Sambangi Warga, Himbau Keras Jangan Lengah, Lingkungan Harus Dijaga Sendiri

    01/12/2025

    Aparat Sisir Obyek Vital di Turi, Patroli Malam Bekuk Potensi 3C Sebelum Terjadi

    01/12/2025

    5.850 Wingko Diangkat ke Panggung, Lamongan Tunjukkan Serius Lestarikan Kuliner Asli

    30/11/2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Analisa JatimAnalisa Jatim
    • Home
    • Terkini
    • Opini

      Polsek Kalitengah Patroli Antisipasi Banjir dan Laka Air di Desa Butungan, “Sungai Bukan Tempat Bermain, Sampah Bukan Pupuk Sungai

      29/11/2025

      Polsek Karanggeneng Pasang Banner Himbauan di Bengawan Solo Mertani, Cegah Korban Tenggelam

      28/11/2025

      Melaju Tanpa Tanding! Tiga Inovasi Lamongan Borong Posisi Finalis KOVABLIK 2025”

      27/11/2025

      Debit Sungai Naik! Polsek Turi Gerak Cepat Sisir DAS Rawan Banjir dan Kebakaran

      26/11/2025

      Semeru Erupsi, TNI Berdiri di Garis Terdepan Demi Keselamatan Warga

      23/11/2025
    • Peristiwa
    • Tni Polri
    • Invesitigasi
      1. Opini
      2. Fokus
      3. Sosial Budaya
      4. View All

      Polsek Kalitengah Patroli Antisipasi Banjir dan Laka Air di Desa Butungan, “Sungai Bukan Tempat Bermain, Sampah Bukan Pupuk Sungai

      29/11/2025

      Polsek Karanggeneng Pasang Banner Himbauan di Bengawan Solo Mertani, Cegah Korban Tenggelam

      28/11/2025

      Melaju Tanpa Tanding! Tiga Inovasi Lamongan Borong Posisi Finalis KOVABLIK 2025”

      27/11/2025

      Debit Sungai Naik! Polsek Turi Gerak Cepat Sisir DAS Rawan Banjir dan Kebakaran

      26/11/2025

      Polsek Turi Monitoring P2B, Tanaman Buah dan Ikan di Pekarangan Warga Tambak Ploso Tumbuh Subur

      30/11/2025

      Polsek Kalitengah Patroli Antisipasi Banjir, Tegur Warga Buang Sampah ke Sungai**

      30/11/2025

      Kapolsek Kalitengah Pimpin Monitoring P2B, Sosialisasi Ketahanan Pangan di Lahan Bawang Merah

      30/11/2025

      Kunjungi Blora, Dua Menteri Bahas Ketahanan Pangan

      30/11/2025

      Dari MoU ke Aksi: Pemkab Lamongan dan PT Moya Gaspol Perbaiki Layanan Air Minum

      28/11/2025

      Polsek Turi Gencarkan Himbauan Kamtibmas Door to Door kepada Warga

      28/11/2025

      Sesepuh Samin Mbah Lasiyo Blora Tutup Usia

      21/11/2025

      PT Telkom Indonesia Resmikan Bantuan Air Bersih untuk Desa Tempurejo Blora

      18/11/2025

      “Investigasi: Bongkaran Aspal Proyek Pemprov Jatim Masuk Pasar Gelap?”

      30/11/2025

      Sapu Bersih Potensi 3C! Polsek Karanggeneng Pantau Ketat Bank, ATM, dan Pertokoan

      30/11/2025

      Sapu Bersih Potensi 3C! Polsek Karanggeneng Pantau Ketat Bank, ATM, dan Pertokoan

      30/11/2025

      Blue Light Maduran Menyala Sepanjang Malam: Polsek Intensifkan Patroli Cegah 3C dan Potensi Gesekan Perguruan Silat

      30/11/2025
    • Fokus
      • Beria Dewan
      • Berita Politik
      • Ekonomi Bisnis
      • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Wisata
    • LIfestyle
    Analisa JatimAnalisa Jatim
    Home » Bupati Arief Optimis Blora Sebagai Kabupaten Organik Terwujud
    Ekonomi dan Bisnis

    Bupati Arief Optimis Blora Sebagai Kabupaten Organik Terwujud

    BloraBy Blora11/11/2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter

    Analisajatim.id | Blora – Bupati Arief Rohman optimis jika mimpi Blora menjadi Kabupaten Organik akan menjadi kenyataan. Menurutnya, potensi Blora melimpah (populasi sapi terbesar di Jawa Tengah), tinggal bagaimana petani mempunyai tekad untuk bertani organik.

    Advertisements

    ‘’Kami akan mendorong terus petani di Blora untuk bertani organik,’’ jelasnya usai panen raya padi organik di lahan milik Klomtan Sido Makmur, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Jumat (10/11/23)

    Dikemukakan, saat panen raya di lahan milik Pak Nur, Klomtan Sido Makmur, Gondel, hasil ubinannya 8,7 Ton. Setelah diproses menjadi beras sekitar 4 Ton lebih. Jika dihitung,  dengan harga Rp 17.000/Kg, maka per Hektarnya bisa menghasilkan hampir Rp 70 juta.

    ‘’Ini secara manajemen, hasilnya sudah kelihatan. Dihitung saja, hasil panen dikurangi berapa biaya produksinya sudah kelihatan hasilnya,’’ ungkap Bupati kepada sejumlah anggota Klomtan Sido Makmur.

    Terpenting, demikian Bupati yang akrab dipanggil Mas Aref itu, para petani diminta konsisten, dan menyadari bahwa untuk beralih ke pertanian organik butuh proses. Mungkin di tahun pertama, kedua, hingga tahun ketiga hasilnya belum maksimal.

    Cerita keberhasilan pertanian organik, juga pernah dikemukakan oleh Mas Arief, yakni  saat hadir di acara panen padi organik di wilayah Kedungtuban baru-baru ini, ternyata hasil panen pertanian organik tersebut memuaskan.

    Seperti saat panen padi organik yang di Desa Bajo, Ngraho, Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban. Rata-rata harga beras organik dari panenan itu bisa Rp 17.000/Kg.

    Saat panen padi organik di beberapa desa di Kedungtuban itu, ternyata menghasilkan 8,4 Ton/Ha gabah kering panen dan setelah diproses  menjadi beras  sekitar 4,1 Ton lebih. Jika dihitung, dengan harga Rp 17.000/Kg,  maka per Hektarnya bisa menghasilkan sekitar Rp 70 juta  lebih.

    Disampaikan Bupati Arief, banyaknya jumlah ternak sapi di Kabupaten Blora menjadi salah satu peluang emas untuk pengembangan pertanian organik. Disisi lain pertanian organik bisa menjadi solusi bagi para petani untuk tetap produktif, di tengah keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.

    Menurut Bupati, setelah disurvei, beberapa persoalan yang disampaikan masyarakat Blora, urutan pertama adalah soal pupuk, kedua infrastruktur jalan, dan ketiga air. Persoalan pupuk jadi hal yang mendominasi dari apa yang dikeluhkan, karena memang sebagian besar masyarakat bekerja  di bidang pertanian.

    ‘’Solusinya, pertama petani membeli pupuk non subsidi,  kedua bagaimana kita punya potensi bahan baku pupuk organik yang melimpah harus dimanfaatkan. Bagaimana persoalan pupuk ketika petani butuh ini bisa dicukupi, kita buat terobosan  agar tidak tergantung pupuk bersubsidi. Pertanian memanfaatkan pupuk organik dari kotoran sapi, di Blora ini sudah menerapkan tapi belum masif,” Jelasnya Bupati Arief.

    Terkait program Pemkab Blora, Gerakan Sejuta Kotak Umat (Gerakan masif Menjadikan Kotoran Ternak Bermutu dan Kaya Manfaat), juga sudah dilakukan oleh anggota Klomtan Sido Makmur di Desa Gondel. Yakni suatu gerakan masif pembuatan kotak fermentasi untuk mengolah kotoran ternak agar menjadi pupuk yang bermutu dan kaya manfaat untuk tanah dan tanaman pertanian.

    Terpisah, salah satu petani organik di Desa Gondel, Dwi Putranto, mengungkapkan, apa yang menjadi program Bupati Blora untuk menjadikan Blora sebagai Kabupaten Organik perlu didukung penuh.

    ‘’Gerakan ini harus dimassifkan. Perlu proses memang, hanya melihat kondisi tanah yang sudah tidak subur akibat penggunaan pupuk kimia, ketersediaan pupuk bersubsidi yang minim, tentu yang harus dipahami oleh para petani,’’ tandasnya.

    Dwi mengemukakan, dirinya saat ini juga sudah menanam padi organik, dan hasilnya cukup bagus.

    ‘’Semua butuh proses, di tahun pertama hasilnya mungkin belum maksimal. Dimungkinkan menginjak tahun ke empat hasilnya akan maksimal,’’ ungkap Dwi Putranto. (Jay/*)

    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Advertisements
    Arief Rohman Berita Blora Berita Jateng Bupati Blora Padi Organik
    Blora

    Related Posts

    Kunjungi Blora, Dua Menteri Bahas Ketahanan Pangan

    30/11/2025

    Menteri PPN Tinjau Proyek Strategis Nasional di Blora

    30/11/2025

    Menteri Imigrasi dan Kepala Bappenas Panen Cabai di Blora

    30/11/2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Analisa Today
    Hukum & Kriminal

    Malam Minggu di Turi: Polisi-TNI Sambangi Warga, Himbau Keras Jangan Lengah, Lingkungan Harus Dijaga Sendiri

    By analisajatim01/12/20250

    Analisajatim.id | Lamongan– Petugas jaga Polsek Turi melaksanakan patroli dialogis dalam rangka Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan…

    Aparat Sisir Obyek Vital di Turi, Patroli Malam Bekuk Potensi 3C Sebelum Terjadi

    01/12/2025

    5.850 Wingko Diangkat ke Panggung, Lamongan Tunjukkan Serius Lestarikan Kuliner Asli

    30/11/2025

    Polsek Turi Patroli Objek Vital SPBU dan Minimarket Sukoanyar, Antisipasi 3C

    30/11/2025
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    • WhatsApp
    Our Picks

    Malam Minggu di Turi: Polisi-TNI Sambangi Warga, Himbau Keras Jangan Lengah, Lingkungan Harus Dijaga Sendiri

    01/12/2025

    Aparat Sisir Obyek Vital di Turi, Patroli Malam Bekuk Potensi 3C Sebelum Terjadi

    01/12/2025

    5.850 Wingko Diangkat ke Panggung, Lamongan Tunjukkan Serius Lestarikan Kuliner Asli

    30/11/2025

    Polsek Turi Patroli Objek Vital SPBU dan Minimarket Sukoanyar, Antisipasi 3C

    30/11/2025

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    TENTANG KAMI
    TENTANG KAMI

    Email Us:
    mediaanalisajatim@gmail.com
    Contact: +62 813-5712-2007

    PT. MEDIA ANALISA JATIM
    NOMOR : AHU-057429.AH.01.30.Tahun 2023

    Analisa Today
    • Malam Minggu di Turi: Polisi-TNI Sambangi Warga, Himbau Keras Jangan Lengah, Lingkungan Harus Dijaga Sendiri 01/12/2025
    • Aparat Sisir Obyek Vital di Turi, Patroli Malam Bekuk Potensi 3C Sebelum Terjadi 01/12/2025
    • 5.850 Wingko Diangkat ke Panggung, Lamongan Tunjukkan Serius Lestarikan Kuliner Asli 30/11/2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • Opini
    • Redaksi
    • Kebijakan Privasi
    © PT. Media Analisa Jatim - Analisajatim.id

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.