Dari Batu Pertama Maduran hingga Sekolah Rakyat Gratis, Akses Pendidikan Lamongan Dibuka Lebar

LAMONGAN, Analisajatim.id – Pemerataan pendidikan tak lagi sebatas wacana. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kembali menegaskan komitmennya membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal itu ditegaskan saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru MI Nihayatul Ulum Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, Kamis (5/2/2026).

Di hadapan tokoh masyarakat dan dunia pendidikan, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyerukan agar seluruh warga Lamongan memanfaatkan kemudahan akses pendidikan yang telah digelontorkan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Mulai dari beasiswa hingga pendirian sekolah rakyat berasrama gratis.

“Alhamdulillah, sampai tahun 2025 sudah 7.598 beasiswa Perintis tersalurkan. Ini bukti bahwa pendidikan di Lamongan kita dorong agar bisa dinikmati siapa saja. Tidak boleh ada anak Lamongan yang tertinggal karena faktor ekonomi,” tegas Pak Yes.

Tak berhenti di sana, Pemkab Lamongan juga tengah mempersiapkan pengembangan Sekolah Rakyat, sebuah konsep pendidikan berasrama gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga sangat miskin. Saat ini, Sekolah Rakyat setingkat SMA telah berjalan di Brondong dengan 75 siswa yang diasramakan dan seluruh kebutuhannya ditanggung negara.

“Sekolah rakyat ini akan terus kita kembangkan. Insyaallah akan dibangun di wilayah lain di Lamongan. Bahkan Pak Presiden juga menyiapkan SMA Unggulan di kabupaten-kabupaten. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan masyarakat,” imbuhnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif strategis Pemerintah RI untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama gratis yang setara dan berkeadilan. Di Lamongan, program ini sementara ditempatkan di Gedung SMK Negeri Maritim Brondong, dengan proses seleksi siswa dilakukan oleh Dinas Sosial dan PKH Lamongan.

Langkah konkret ini menegaskan arah pembangunan Lamongan: pendidikan sebagai senjata utama melawan kemiskinan. Dari Maduran hingga Brondong, pesan Bupati Yes jelas—masa depan Lamongan dibangun dari ruang kelas, bukan dari keterbatasan.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan