Debit Bengawan Solo 1,47 Meter, Polisi Pastikan Status Masih Normal

Analisajatim.id | Lamongan — Potensi banjir di wilayah Karanggeneng masih terkendali. Hasil pengecekan terbaru menunjukkan ketinggian air Sungai Bengawan Solo berada di angka 1,47 meter dan masuk kategori normal, meski kondisi air terpantau keruh.
Monitoring dilakukan Rabu (29/4/2026) malam sekitar pukul 20.50 WIB di Jembatan Karanggeneng. Dua personel Polsek Karanggeneng, Aipda Sugeng R dan Brigpol Riza F, turun langsung memastikan kondisi debit air sekaligus memantau potensi peningkatan volume.
Kapolsek Karanggeneng dalam laporannya kepada Kapolres Lamongan menegaskan, pemantauan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir.
“Hasil sementara masih dalam batas normal. Namun pemantauan akan terus dilakukan secara berkala,” tegasnya.
Selain pengukuran langsung, petugas juga berkoordinasi dengan Balai Pengamatan Bengawan Solo untuk memastikan data yang akurat dan terintegrasi. Sinergi ini dinilai penting guna mempercepat respons jika terjadi kenaikan signifikan debit air.
Secara hukum, langkah ini merupakan bagian dari tugas Polri dalam perlindungan masyarakat, khususnya mitigasi bencana. Polisi tidak hanya bertindak saat kejadian, tetapi juga melakukan deteksi dini guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Meski status masih normal, warga di sepanjang aliran Bengawan Solo diminta tetap waspada. Air keruh menjadi indikator adanya peningkatan aktivitas hulu yang berpotensi mempengaruhi debit dalam waktu singkat.
Hingga laporan ini disampaikan, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Namun, polisi menegaskan tidak akan lengah—pengawasan akan terus diperketat untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
Reporter: Analisa
Editor: Nur