LAMONGAN|Analisajatim.id,- Sebuah peristiwa menggegerkan warga Dukuh Bintoro, Dusun Bakon, Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Sesosok mayat ditemukan tergeletak di antara semak-semak, menimbulkan kepanikan dan pertanyaan di benak masyarakat.

Berikut kronologi detail penemuan mayat yang mengguncang ketenangan dusun tersebut:
Sekitar pukul 10.00 WIB, seorang warga Dusun Bakon sedang dalam perjalanan menuju sawahnya. Ia melewati jalan setapak yang biasa dilalui di Dukuh Bintoro. Saat melintas, hidungnya menangkap aroma yang tidak sedap, bahkan sangat menyengat.
Bau tersebut semakin kuat seiring langkahnya mendekati area semak-semak.
Didorong oleh rasa penasaran dan kekhawatiran, warga tersebut memutuskan untuk mencari sumber bau.
Setelah beberapa saat mencari di antara rerimbunan semak, ia menemukan sesosok tubuh manusia tergeletak tak bernyawa.
Sangat terkejut dan ketakutan dengan penemuan mengerikan tersebut, warga itu segera berlari meninggalkan lokasi.
Ia bergegas memberitahukan kepada warga lainnya yang berada di sekitar lokasi dan juga perangkat Desa.
Berita penemuan mayat ini dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, menciptakan kehebohan di antara warga Dusun Bakon.
Mayat yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki. Kondisi mayat sudah mulai membusuk, menunjukkan bahwa kematian telah terjadi beberapa waktu sebelumnya.
Hingga saat ini, identitas mayat tersebut masih menjadi misteri.
Tidak ditemukan kartu identitas, seperti KTP atau SIM, atau tanda pengenal lainnya pada tubuh mayat.

Ciri-ciri fisik mayat, seperti perkiraan usia, tinggi badan, pakaian yang dikenakan, dan tanda-tanda khusus lainnya, akan didokumentasikan secara detail oleh pihak berwajib.
Dokumentasi ini akan sangat penting untuk membantu proses identifikasi selanjutnya, termasuk kemungkinan mencocokkan dengan laporan orang hilang.
Sementara itu, di Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) Ngimbang, petugas piket yang sedang berjaga menerima laporan dari masyarakat yang kebetulan melintas di depan kantor.
Laporan tersebut menyebutkan tentang penemuan mayat di Dukuh Bintoro, Dusun Bakon, Desa Tlemang.
Petugas piket dengan sigap mencatat detail laporan, termasuk waktu penemuan, lokasi tepatnya, dan informasi awal mengenai kondisi mayat.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak yang berwenang, yaitu Kepolisian Sektor (Polsek) Ngimbang dan Dinas Kesehatan Kecamatan Ngimbang, untuk ditindaklanjuti.

Pukul 10.20 WIB, petugas piket dari Koramil Ngimbang, bersama anggota Polsek Ngimbang dan petugas Dinas Kesehatan Kecamatan Ngimbang, segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Mereka menggunakan kendaraan operasional, seperti mobil patroli dan ambulans, untuk mempercepat perjalanan menuju lokasi penemuan mayat.
Sirine dibunyikan sepanjang perjalanan untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain agar memberikan prioritas.
Pukul 10.25 WIB, tim gabungan tiba di TKP. Langkah pertama yang dilakukan adalah memasang garis pengaman di sekitar lokasi penemuan mayat.
Garis polisi berwarna kuning hitam dibentangkan untuk mencegah warga mendekat dan menjaga keutuhan TKP agar tidak terkontaminasi.

Hal ini sangat penting untuk mempermudah proses penyelidikan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian, termasuk pengumpulan barang bukti dan olah TKP.
Petugas juga mulai mendata saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi untuk mendapatkan informasi tambahan.
Pukul 11.00 WIB, setelah proses identifikasi awal di TKP selesai, mayat dievakuasi dengan hati-hati dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngimbang menggunakan mobil ambulans.
Petugas medis mengenakan pakaian pelindung lengkap untuk menjaga sterilitas dan mencegah penyebaran potensi penyakit.
Di RSUD Ngimbang, mayat akan menjalani proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti.

Otopsi juga akan mengumpulkan bukti-bukti lain yang dapat membantu proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut, seperti jejak DNA dan kemungkinan adanya racun atau zat berbahaya lainnya dalam tubuh mayat.
Selama kegiatan evakuasi mayat, situasi di sekitar lokasi penemuan berlangsung aman dan terkendali.
Kerja sama yang baik antara aparat keamanan dari Koramil dan Polsek, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan, dan warga sekitar sangat membantu kelancaran proses evakuasi.
Warga turut membantu dengan memberikan informasi dan menjaga ketertiban di sekitar lokasi.
Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas mayat, penyebab kematiannya, dan kemungkinan adanya tindak pidana yang terkait dengan penemuan mayat tersebut.
Editor: Nur



