Fakta di Lapangan: Polisi Turun Tangan Kawal Ketahanan Pangan, Pekarangan Warga Disulap Jadi Lumbung Gizi

Lamongan, Analisajatim.id – Ketahanan pangan bukan sekadar wacana. Di Desa Turi, Kecamatan Turi, aparat kepolisian turun langsung memastikan program P2B (Pemanfaatan Pekarangan untuk Pangan Bergizi) benar-benar berjalan dan tidak sekadar formalitas di atas kertas.

Selasa (14/4/2026) pukul 10.00 WIB, jajaran Polsek Turi melakukan monitoring intensif terhadap pemanfaatan lahan pekarangan dan tambak warga yang ditanami berbagai komoditas bergizi—mulai dari kelengkeng, jeruk, pepaya, jambu, hingga pisang.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ipda Iswandi, SH bersama Aiptu Riduwan, Aiptu Subiantoro, SH, Aipda Hariyanto, dan Aipda Budi. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga memastikan program berjalan sesuai tujuan: memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Di balik kegiatan ini, ada pesan hukum yang tegas—ketahanan pangan merupakan bagian dari kepentingan publik yang wajib dijaga bersama. Negara melalui aparatnya memiliki tanggung jawab memastikan tidak ada pembiaran terhadap potensi krisis pangan di tingkat desa.

Monitoring ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan preventif. Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pengawal program strategis nasional agar tidak mandek, disalahgunakan, atau sekadar menjadi laporan administratif tanpa dampak nyata.

Hasil di lapangan menunjukkan aktivitas P2B berjalan aktif. Pekarangan rumah dan area tambak warga telah dimanfaatkan sebagai sumber pangan bergizi. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman, tertib, dan terkendali.

Langkah ini menjadi sinyal kuat: penguatan ketahanan pangan dimulai dari desa, dan aparat tidak tinggal diam. Ketika lahan kecil bisa menghasilkan gizi besar, maka di situlah fondasi kemandirian dibangun.

Reporter: Analisa
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan