Instruksi Danrem Tak Berhenti di Komando: Babinsa Koramil 01/Taman Sari Turun Langsung Bersihkan Sampah Kali Beton Mangga Besar

Analisajatim.id | Jakarta Barat — Instruksi penanganan darurat sampah dari Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama tidak berhenti di atas meja komando. Respons cepat langsung ditunjukkan jajaran teritorial di lapangan. Babinsa Koramil 01/Taman Sari bergerak mengeksekusi aksi nyata dengan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran Kali Beton Mangga Besar II, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (14/06/2026).

Dipimpin Serma Agus Priyono, kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan fokus utama membuka aliran air yang tertutup endapan sampah guna mengantisipasi potensi banjir sekaligus menekan risiko munculnya penyakit berbasis lingkungan.

Bukan sekadar kerja bakti seremonial, aksi ini menjadi bentuk respons lapangan atas persoalan klasik perkotaan yang selama ini kerap menjadi sumber gangguan lingkungan.

Puluhan personel dan warga terlibat dalam kegiatan tersebut. Unsur yang hadir terdiri dari Babinsa, anggota Perlawanan Rakyat (Wanra), petugas Dinas Tata Air, serta masyarakat sekitar RW 02 yang bergotong royong menggunakan peralatan manual seperti garpu, cangkul, cangkrang hingga armada mobil pengangkut sampah.

Komandan Koramil 01/Taman Sari, Mayor Inf Manatap Rajagukguk, S.E., M.H., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan aparat teritorial merupakan implementasi langsung dari perintah pimpinan sekaligus bentuk kehadiran negara di tengah persoalan warga.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata pelaksanaan instruksi Danrem 052/Wkr untuk melakukan penanganan darurat sampah secara cepat dan tepat. Kami turun langsung bersama instansi terkait dan masyarakat untuk memastikan saluran air bersih dari sumbatan sampah,” tegas Danramil.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak bisa selesai hanya mengandalkan petugas maupun aparat.

“Kami mengimbau seluruh warga, khususnya yang berada di sepanjang bantaran Kali Beton Mangga Besar, agar memiliki komitmen bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan ke aliran kali. Sungai yang bersih merupakan benteng awal pencegahan banjir dan perlindungan kesehatan lingkungan,” lanjutnya.

Dari pantauan di lapangan, proses pengangkutan sampah dilakukan bertahap menggunakan mobil pengangkut menuju lokasi pembuangan akhir. Aliran air yang sebelumnya terganggu mulai kembali terbuka.

Aksi ini menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut ketahanan wilayah, keselamatan warga, dan budaya disiplin kolektif yang harus terus dibangun dari tingkat paling bawah.

Reporter: M. Solichin
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan