Jadilah Teladan, Pangdam Jaya Ingatkan Prajurit: Jauhi Judi Online dan Pelanggaran Hukum

Analisajatim.id | LTANGERANG — Upacara Bendera 17-an bulan Juni 2026 di lingkungan Korem 052/Wijayakrama bukan sekadar agenda seremonial rutin. Momentum tersebut menjadi ruang penegasan disiplin, integritas, dan peringatan keras terhadap ancaman pelanggaran hukum yang dapat mencoreng kehormatan institusi TNI.

Bertempat di Lapangan Apel Makorem 052/Wijayakrama, Jalan Boulevard Diponegoro, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (17/6/2026), upacara dipimpin Kasiter Kasrem 052/Wijayakrama, Kolonel Arh Tamaji.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Makorem 052/Wijayakrama dengan suasana tertib, khidmat, dan sarat semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Kasiter membacakan amanat Panglima Kodam Jaya/Jayakarta yang menyoroti pentingnya menjaga marwah institusi melalui keteladanan dan kepatuhan terhadap nilai dasar keprajuritan.

Amanat tersebut memuat apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS atas dedikasi, loyalitas, serta konsistensi dalam menjalankan tugas negara. Namun di balik penghargaan itu, tersirat pesan tegas bahwa prestasi tidak boleh dibayar dengan kelalaian terhadap etika dan hukum.

Pangdam Jaya menegaskan, setiap prajurit wajib menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai fondasi perilaku di tengah masyarakat.

“Jadilah teladan di tengah masyarakat dengan berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Jauhi segala bentuk pelanggaran hukum, seperti perjudian online, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan lain yang dapat merusak citra institusi,” demikian amanat yang dibacakan dalam upacara.

Pesan tersebut menjadi penekanan penting di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, di mana profesionalisme aparat tidak hanya diukur dari kemampuan tugas, tetapi juga dari integritas moral dan kepatuhan hukum.

Usai upacara, Kasiter Kasrem 052/Wijayakrama kembali memberikan apresiasi kepada seluruh personel atas capaian satuan yang dinilai menunjukkan kualitas pengabdian yang terus meningkat.

Ia menilai berbagai penghargaan yang berhasil diraih, termasuk capaian sebagai Juara I dalam pelaksanaan program rehabilitasi panti asuhan, merupakan hasil nyata dari budaya kerja kolektif, loyalitas organisasi, dan komitmen mendukung program unggulan TNI AD serta agenda pembangunan pemerintah.

Menurutnya, prestasi tersebut tidak boleh menjadi titik puas, melainkan energi untuk memperkuat profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap keberhasilan satuan lahir dari kerja keras, disiplin, dan kebersamaan. Itu yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Melalui Upacara Bendera 17-an ini, Korem 052/Wijayakrama menegaskan kembali bahwa disiplin, kepatuhan hukum, dan keteladanan sosial tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan negara.

Reporter: M. Solichin
Editor: Nur

Tinggalkan Balasan