JANGAN MAIN-MAIN DENGAN NYAWA! Polsek Karanggeneng Pasang Banner Peringatan Keras di Tepi Bengawan Solo

Lamongan, Analisajatim.id – Angka korban tenggelam di perairan terbuka bukan sekadar statistik, melainkan nyawa yang melayang sia-sia. Menyadari bahaya laten ini, Polsek Karanggeneng mengambil langkah preventif tegas. Bukan sekadar seremonial, pemasangan banner himbauan di tepi Bengawan Solo Desa Mertani pada Senin (15/6/2026) pagi merupakan bentuk intervensi kepolisian terhadap kelalaian fatal warga.
Bertempat di titik rawan Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, dua personel Polresta Lamongan, Aipda Ach. Zainuri A dan Aipda Amir Ekhsan, langsung turun ke lapangan pukul 09.30 WIB. Mereka memasang spanduk peringatan keras yang berisi larangan mandi atau berenang di aliran sungai Bengawan Solo.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya risiko kecelakaan di wilayah tersebut. Bengawan Solo, dengan arus yang tak menentu dan kedalaman yang berbahaya, telah memakan banyak korban jiwa. Himbauan ini bukan basa-basi, melainkan upaya nyata memutus mata rantai tragedi kemanusiaan akibat ketidakpedulian terhadap keselamatan diri.
“Kondusifitas wilayah tidak hanya soal keamanan dari kejahatan, tapi juga keselamatan warga dari bencana yang bisa dicegah,” ujar sumber kepolisian di lokasi. Pemasangan banner ini menjadi sinyal jelas bagi masyarakat: otoritas tidak akan tinggal diam melihat warganya membahayakan nyawa sendiri.
Polsek Karanggeneng menegaskan, imbauan ini wajib dipatuhi. Mengabaikan peringatan ini sama dengan mempertaruhkan nyawa dan membebani aparat serta keluarga dengan duka yang seharusnya tidak perlu terjadi. Situasi Kamtibmas yang terkendali di Karanggeneng harus dimulai dari kesadaran individu untuk patuh pada aturan keselamatan.
Warga diharapkan tidak menganggap remeh papan peringatan ini. Di balik setiap himbauan polisi, tersimpan pelajaran pahit dari peristiwa masa lalu. Jangan menunggu insiden terjadi baru menyesal. Patuhi larangan, hargai nyawa, dan jaga ketertiban demi keselamatan bersama.
(Reporter: Analisa | Editor: Nur)