
Ngawi|Analisa jatim.id, Bertempat di SMPN 2 Karangrejo kabupaten Magetan kejuaraan pencak silat pelajar Se-Jawa – timur plus Kalimantan dengan nama STC CUP 2024 digelar 3 hari Mulai hari Jum’at 27- Minggu 29 Desember 2024.
Diikuti oleh 436 pesilat dari berbagai daerah, seperti, tuan rumah Magetan yang menurunkan jawara – jawaranya lewat beberapa kontingen, STC , Macan Lawu, PSHT Jeruk bandar, SMPN 1 Panekan,Satria cakrawala Karas, MTsN 1 Magetan, MTsN 2 Magetan, RJM muda, Madiun seperti Pata, sasana Guna bangsa, Ponorogo SMPN 2 Ponorogo, Sub Jetis,sasana bedah pecut bumi.

Ngawi, IPSI Ngawi, Man 1Ngawi, SMAN 1 Jogorogo, SMPN 2 Jogorogo, Pasopati Ngrambe, PSHT Wonokerto, PSHT ranting Kedunggalar,Kendal,skala Ngawi.
Wilayah wilayah lain diantaranya, STC Kalimantan,Kasatrian madukara, Dragon fighter,KinkSHstrid,Smasas fighter, Puser angin,Gajah Mada fighter,dll.

Selama 3 hari penuh dimulai jam 08.00 pagi sampai jam 22.00, tanding pencak silat yang merupakan warisan budaya asli Nusantara itu sangat sengit adu skil dan power, kecepatan tendangan pukulan,bantingan, guntingan,dan olah seni gerakan,digelanggang matras warna biru yang ditempatkan dihalaman tengah gedung sekolah, dengan ruang kelas sekitarnya dijadikan mess atlit.
Upacara pembukaan dihadiri oleh kepala sekolah SMPN 2 Karangrejo,ketua IPSI ,ketua KONI kabupaten Magetan, Camat ,Kapolsek,Danramil Karangrejo dan pengurus STC sendiri, ditekankan pentingnya sportifitas dan kondusifitas selama laga, mengingat even tersebut melibatkan banyak perguruan pencak silat terbesar ditanah air.

Ketua STC Restika Jantra Mahardika, atau biasa disapa mas Tyok mengatakan, untuk juara umum 1 diborong oleh IPSI Ngawi,juara umum 2 sasana pecut bedah bumi Ponorogo, dan juara umum 3 dari kontingen PSHT Ranting Kedunggalar, ” pesilat terbaik putra Riski silimatrasuci ( Pata ), putri Ifta Rahmawati wahyuningtyas ( padepokan pecut bedah bumi )
Lebih jauh laki – laki yang berasal dari Ngawi,bertempat tinggal di Megetan, melatih di Kalimantan,dan pernah membina sasana Widodo tahun 2018 itu ,bertujuan, dapat melahirkan atlit – atlit handal pencak – silat, menjalin silahturahim antar perguruan, dan berharap bisa dilaksanakan setiap tahun dengan kwalitas semakin lebih baik, dengan cakupan meluas menjadi se – Jawa Bali plus Kalimantan,” kendala kita yaitu faktor pendanaan, kita mandiri murni dari biaya pendaftaran Rp.250 ribu rupiah itu per peserta itu,” ujar pelatih silat berlisensi nasional tersebut pada awak media.
Dari pantauan laga itu berjalan lancar, walau ada insiden beberapa pesilat cedera ringan tapi berhasil diobati oleh tim medis,dan sedikit kericuan antar sporter yang menegang, namun hal itu bisa seketika diredam pihak keamanan Polri dan TNI yang standby disekitar arena tanding. ( Budi )



