Layanan Kesehatan Jemput Warga Terdampak Banjir! Pengobatan Gratis Digelar di Jelakcatur Kalitengah, Sinergi TNI–Polri dan Pemda Ringankan Beban Masyarakat Lamongan

Lamongan | Analisajatim.id,-
Kepedulian terhadap kesehatan warga terdampak banjir kembali ditunjukkan di Kabupaten Lamongan. Selasa, 14 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, kegiatan pengobatan gratis digelar di Kantor Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menyasar masyarakat yang terdampak luapan Sungai Bengawan Jero.
Kegiatan diawali pada pukul 09.00 WIB dengan pendataan warga yang akan berobat sekaligus pengambilan nomor antrean. Selanjutnya, pukul 09.10 WIB, tim kesehatan mulai melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan masyarakat serta memberikan pengobatan sesuai keluhan yang dialami warga. Hingga pukul 11.30 WIB, kegiatan berjalan lancar dan tertib, disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Khoirul Muhsinin, S.Pd., MM selaku Camat Kalitengah, AKP Heri Prastyo W selaku Kapolsek Kalitengah, serta Lettu Inf Rudi Hartono selaku Danramil 0812/21 Kalitengah. Sinergi lintas sektor ini turut diperkuat oleh tim kesehatan Puskesmas Kalitengah dan kader Posyandu Desa Jelakcatur yang berperan aktif membantu jalannya pelayanan kesehatan.
Pengobatan gratis ini difokuskan untuk menangani keluhan kesehatan akibat genangan air banjir, terutama penyakit kulit seperti gatal dan jamur, dengan pemberian obat berupa salep kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat mencegah dampak kesehatan lanjutan akibat lingkungan yang lembap dan sanitasi yang terganggu.
Meski dihadapkan pada kondisi medan yang cukup sulit—di mana akses jalan menuju lokasi pengobatan tergenang air dan sulit dilalui kendaraan bermotor, bahkan sebagian warga harus menggunakan transportasi air berupa perahu—kegiatan tetap berjalan optimal berkat kerja sama semua pihak.

Kegiatan pengobatan gratis ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lamongan, khususnya warga terdampak bencana banjir.
Editor: Nur