Mahasiswa Undip Gandeng PT Japfa Comfeed Indonesia Dampingi Peternak Ayam Blora

Analisajatim.id | Blora — Di usia 23 tahun, Dicky Wijaya sudah jadi pengusaha muda yang tak hanya memikirkan bisnisnya sendiri. Mahasiswa semester 10 Jurusan Peternakan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini memilih turun langsung mendampingi puluhan peternak ayam petelur di Blora.
Bersama PT Japfa Comfeed Indonesia, Dicky memberikan solusi dan edukasi agar peternak rakyat mampu menghasilkan telur secara kontinyu. Tujuannya jelas: ekonomi peternak kecil bisa berkembang dan mampu bersaing dengan peternak besar atau korporasi.
“Ini masih belajar, sambil menerapkan ilmu yang saya pelajari di kampus. Kita bantu mereka agar bisa bersaing dengan peternak besar atau corporate,” ungkap Dicky, Rabu (22/4).
Dicky menjelaskan, pendampingan dilakukan mulai dari peternak pemula hingga yang sudah punya kandang. Masalah klasik seperti kandang bau, produksi telur tak maksimal, hingga kebingungan saat ayam tak kunjung bertelur akan ditangani langsung.
“Biasanya mereka bingung jika ada kesulitan di lapangan. Kandangnya bau, atau sudah waktunya bertelur kok tidak bisa maksimal. Jadi nanti akan kita dampingi mereka dari awal hingga siap menghasilkan telur. Cara merawatnya agar bisa maksimal telurnya,” jelas Dicky.
Tak hanya soal manajemen kandang, Dicky juga terjun langsung melayani vaksinasi ayam. Baginya, menjaga kesehatan ternak adalah bagian penting dari ilmu yang ia pelajari di bangku kuliah.
Jiwa wirausaha Dicky memang sudah terasah sejak SMA. Ia terbiasa membantu kedua orang tuanya yang dikenal sebagai pengusaha pakan ternak terbesar di Blora. Masuk kuliah 2021, tahun 2022 ia sudah ikut diklat di PT Medion, magang di KJUB Puspetasari dan CV Citra Mandiri. Tak heran, di akhir semester ia sudah menguasai lapangan.
Sementara itu, Wahyudi dari PT Japfa Comfeed Indonesia menegaskan pihaknya lebih memilih mendampingi peternak rakyat dibanding korporasi besar. Alasannya sederhana, peternak rakyat justru lebih tangguh saat harga telur anjlok.
“Karena saat harga anjlok, biasanya yang bertahan adalah peternak rakyat, yang besar langsung kolap. Peternak rakyat ini kandangnya kisaran 500-1500 ekor, inilah yang akan kita dampingi bersama Mas Dicky di Blora,” ujarnya.
Wahyudi menambahkan, PT Japfa Comfeed Indonesia sudah menyiapkan penyuluh lapangan khusus Blora. Fokus utama adalah memperbaiki manajemen.
“Kesulitan mereka rata-rata di management. Baik management finansialnya maupun management cara beternaknya. Jadi ini bukan hanya sekedar sosialisasi, namun memberikan ilmu beternak yang baik,” tutup Wahyudi. (Jay)